Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
379

Gugatan Tak Diterima, Hubungan Kerja Pekerja Batik Keris Digantung

Jakarta | Tak terima diputuskan hubungan kerjanya oleh PT Batik Keris dengan alasan efisiensi sejak tanggl 2 Desember 2012, Gampang Hartono menggugat perusahaan yang berkedudukan di Jl. Taman Kebon Sirih III, No. 15, Jakarta Pusat tersebut, ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Gampang Hartono terpaksa menggugat perusahaan tempatnya bekerja ke PHI Jakarta Pusat dengan tuntutan dipekerjakan kembali, lantaran menolak pemutusan hubungan kerja yang semula ditawarkan oleh perusahaan sejak tanggal 24 November 2012.

Awalnya, Gampang Hartono ditawarkan untuk pensiun dini, tetapi ditolak dengan alasan Gampang Hartono baru berusia 42 (empat puluh dua) tahun. Karena tidak diterima, kemudian perusahaan memutuskan hubungan kerja dengan alasan efisiensi.

 Menanggapi gugatan yang ditujukan kepadanya, PT Batik Keris mengajukan keberatan (eksepsi) atas surat gugatan Gampang Hartono yang diajukan oleh C Supriadi yang bertindak sebagai pengurus Serikat Pekerja Paras Indonesia. Menurut perusahaan, Supriadi tidak berhak mewakili Gampang Hartono, karena di PT Batik Keris tidak terdapat kepengurusan Serikat Pekerja Paras Indonesia.

Atas eksepsi tersebut, PHI Jakarta Pusat dalam putusannya Nomor 186/PHI.G/2013/PN.Jkt.Pst tanggal 24 Februari 2014, menyatakan gugatan Gampang Hartono yang menuntut untuk dipekerjakan kembali tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Tak puas dengan putusan PHI Jakarta Pusat, Gampang Hartono mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 7 Maret 2014. Namun, Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 436 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 24 September 2014 berpendapat, bahwa kuasa hukum Gampang Hartono, yaitu C Supriadi selaku Pengurus Serikat Pekerja Paras Indonesia tidak memiliki legal standing, sehingga permohonan kasasi Gampang Hartono ditolak seluruhnya.

Dengan tidak diterimanya tuntutan untuk dipekerjakan kembali, baik oleh PHI Jakarta Pusat maupun Mahkamah Agung, maka hubungan kerja Gampang Hartono dengan PT Batik Keris menjadi “digantung”. Karena belum ada putusan hakim yang menyatakan secara tegas, sepanjang hubungan kerja keduanya yang masih dapat dilanjutkan atau putus dengan kompensasi pesangon. (Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of