Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
185

Menuntut Pesangon Tanpa Meminta Pembatalan Kontrak, Gugatan Tidak Diterima

 

Makassar | Gugatan Yosef Hurma, dkk (46 orang) terhadap PT Kencana Royalindo ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Makassar, dalam putusannya Nomor 18/PHI.G/2013/PN.Mks tanggal 3 Maret 2014, dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Yosef Hurma, dkk menuntut perusahaan yang berda di Jl. Daeng Tompo, No. 8, Makassar tersebut, dengan tuntutan pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, akibat pemutusan hubungan kerja yang dilakukan perusahaan pada Februari 2013.

Perusahaan yang bergerak pada bidang perhotelan yang dikenal umum sebagai Hotel Mercure Regency Makassar, memutuskan hubungan kerja Yosef Hurma, dkk, disebabkan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak)-nya telah berakhir. Sehingga, perusahaan menganggap tidak mempunyai kewajiban apapun terhadap Yosef, dkk.

Putusan PHI Makassar diperkuat oleh Mahkamah Agung dalam putusan kasasinya Nomor 454 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 24 September 2014, yang menyatakan gugatan Yosef Hurma, dkk telah tepat dinyatakan tidak dapat diterima oleh PHI Makassar.

Mahkamah Agung berpendapat, bahwa karena Yosef meminta pembayaran uang pesangon, tanpa meminta dalam petitum gugatan mengenai pembatalan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang bertentangan dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan berakibat perjanjian kontraknya berubah menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (pekerja tetap).

Sehingga pengakhiran perjanjian kerja waktu tidak tertentu, dapat berakibat pada kewajiban perusahaan untuk membayar kewajiban hukumnya berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, sesuai dengan UU Ketenagakerjaan. (Tk)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of