Type to search

Meskipun Tersisa Sendiri, Sutarto Gugat Patria ke Pengadilan

Share

Bekasi | Bulan Oktober 2012 lalu, ratusan buruh PT United Tractors Pandu Engineering mengepung gedung perusahaan yang berlokasi di Jl. Jababeka XI Blok H 30-40, Kawasan Industri Jababeka Cikarang, Bekasi tersebut.

Para buruh yang dimotori Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menuntut perubahan status hubungan kerja yang semula dipekerjakan sebagai pekerja outsourcing, menjadi pekerja tetap pada perusahaan yang memproduksi kendaraan alat berat bermerk Patria itu.

Dari ratusan buruh yang pernah melakukan demonstrasi, kini hanya tinggal Sutarto seorang diri dengan tekad bulat, mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (21/1) lalu.

Berbekal sedikit keahliannya memperbaiki barang elektronik, seperti televisi, radio dan lainnya, sekarang Sutarto berusaha untuk bertahan menyambung hidup bersama anak dan istrinya dari penghasilan yang didapatkannya itu.

Dalam surat gugatannya, ternyata masalah Sutarto telah selesai dimediasikan sejak bulan Maret 2013, yang menyatakan agar perusahaan mempekerjakan kembali para pekerja, dan menetapkan status hubungan kerja mereka menjadi pekerja tetap. Namun, baik perusahaan maupun pihak pekerja yang lain, tidak mengajukan gugatan ke pengadilan. Padahal, mereka satu persatu mulai menerima tawaran kompensasi pesangon dari perusahaan.

Sutarto meminta PHI Bandung, untuk menghukum perusahaan mempekerjakan kembali dirinya ditempat semula. “Saya ingin dipekerjakan kembali, karena mencari kerja zaman sekarang sulit dan harus pake uang”, tuturnya kepada buruhonline.com.

Selain minta dipekerjakan kembali, Sutarto juga menuntut perusahaan untuk membayar upah selama tidak dipekerjakan, terhitung sejak Oktober 2012 sampai dengan sekarang, yang jumlahnya sebesar Rp.56,6 juta. (Tk)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *