Jumat, 13 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
334

PHI Batalkan Surat Peringatan Dengan Alasan Yang Sama

Medan | Bahwa “tiada suatu kesalahan apapun yang dapat dihukum, jika kesalahan yang sama telah dihukum sebelumnya”. Demikian prinsip hukum yang digunakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, dalam perkara Nomor 79/G/2013/PHI.Mdn tanggal 12 Desember 2013.

Bermula dari pemberian Surat Peringatan Pertama tanggal 20 September 2012 yang dikeluarkan oleh PT Antara Kusuma kepada Hairul Amri, dengan alasan tidak melaksanakan tugas yang diberikan oleh atasan. Lalu, pada tanggal 18 Oktober 2012 dan tanggal 5 Nopember 2012, Hairul Amri kembali diberikan Surat Peringatan Kedua dan Ketiga, dengan alasan yang sama, yaitu menolak perintah atasan.

Dengan telah mengeluarkan Surat Peringatan sebanyak 3 (tiga) kali, lalu perusahaan yang berlokasi di Jalan Medan – Tanjung Morawa Km 17 No. 127, Deli Serdang, Sumatera Utara itu, memutuskan hubungan kerja dengan Hairul Amri pada tanggal 30 November 2012.

Namun, atas gugatan yang diajukan oleh Hairul Amri, PHI Medan berpendapat, bahwa Surat Peringatan II dan III, bertentangan dengan ketentuan Pasal 161 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sehingga, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT Antara Kusuma menjadi bertentangan dengan UU 13/2003.

Pendapat PHI Medan juga dikuatkan dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim Kasasi Mahkamah Agung Nomor 458 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 24 September 2014, yang menyatakan, “… atas penolakan tersebut Termohon Kasasi diberi Surat Peringatan ke I–III. Akan tetapi Surat Peringatan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 161 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2003”, jelas Dr. H. Zahrul Rabain, SH.,MH., selaku Ketua Majelis Hakim Kasasi.

Atas pertimbangan hukum demikian, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh PT Antara Kusuma untuk seluruhnya. (Tk)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of