Sabtu, 19 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
42

Tiga Kali Ajukan Gugatan, Buruh CV Jamrud Baru Dapatkan Kepastian Pesangon

 

Sidoarjo | “Menghukum Tergugat membayar Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak atas penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan secara tunai”, ujar H Mahdi Soroinda Nasution, SH., MH., Ketua Majelis Hakim Peninjauan Kembali membacakan amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 11 PK/Pdt.Sus-PHI/2014.

Perkara peninjauan kembali tersebut, diajukan oleh CV Jamrud yang tidak terima dengan Putusan Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi Nomor 286 K/Pdt.Sus-PHI/2012 tanggal 28 Juni 2012, yang menolak permohonan kasasi yang dimohonkan oleh pengurus persero CV Jamrud.

Awal masalah terjadi antara CV Jamrud yang terhitung sejak tanggal 27 Februari 2009, menyatakan tutup, dan berniat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap P Simanjuntak (110 orang). Tetapi, pernyataan CV Jamrud ditolak oleh pekerja, karena alasan tutup yang didalilkan perusahaan tanpa disertai dengan bukti laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik.

Karena perusahaan bersikeras untuk tetap melakukan pemutusan hubungan kerja, maka P Simajuntak mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, hingga tiga kali.

Sebanyak dua kali gugatan P Simanjuntak, dkk dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Invankelijke verklaard), yaitu Perkara PHI Surabaya Nomor 103/G/2009/PHI.Sby. dan Perkara Nomor  06/G/2011/PHI. Sby.

Setelah mengajukan gugatan yang ketiga kalinya, akhirnya gugatan P Simanjuntak, dkk terhadap permintaan pembayaran pesangon akibat pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh CV Jamrud, dikabulkan oleh Majelis Hakim PHI Surabaya, sebagaimana termuat dalam Putusan Nomor 168/G/2911/PHI.Sby., tanggal 7 Desember 2011. (Ys)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of