Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
146

Buruh Menolak Revisi UU Ketenagakerjaan Masuk Prolegnas

Jakarta | Sebanyak 150-an buruh dari Karawang, yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS), melakukan unjuk rasa didepan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (3/2) siang tadi.

Sebanyak 10 orang perwakilan buruh diterima Ribka Tjiptaning diruang kerjanya dilantai 5 Gedung Nusantara I, ditengah gelaran Rapat Kerja Komisi IX bersama Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, diruang rapat Komisi IX DPR.

Pengunjukrasa menolak usulan Pemerintah, yang hendak kembali memasukan Rancangan Undang-undang Perubahan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Hukum dan HAM FSPS, Chairul kepada Ribka Tjiptaning, Anggota Komisi IX, DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Chairul memaparkan kekhawatirannya terhadap usulan Pemerintah yang ingin memaksakan revisi UU Ketenagakerjaan. Selain Chairul, Abda Khair Mufti yang juga salahsatu pengurus FSPS mempertanyakan sikap Ribka, jika Pemerintah tetap ngotot ingin merubah UU Ketenagakerjaan. “Bagaimana jika revisi UU Ketenagakerjaan masuk Prolegnas?”, tanya Abda.

Menanggapi pertanyaan Abda, Ribka dengan tegas akan berusaha semaksimal mungkin menolak revisi UU Ketenagakerjaan masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas). “Rencana revisi itu sudah dua kali ditolak di DPR, dan saya akan tetap konsisten menolak revisi UU Ketenagakerjaan yang dikhawatirkan justru pro kapitalis”, jawab Ribka. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of