Selasa, 17 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
295

GSBI Gerudug DPR, Menolak PHK Pamdal Saat Hamil

Jakarta | Beberapa pekerja dari Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), berhasil mengecoh petugas keamanan lembaga negara, hingga dapat masuk membawa spanduk ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jum’at (6/2) sore tadi.

Meski hanya melakukan orasi singkat, dari Pukul 15.15 Wib hingga Pukul 15.30 Wib, sepuluh orang anggota GSBI tersebut, membentangkan spanduk di pelataran Gedung Nusantara I DPR, yang berisikan, “Hapuskan Outsourcing”, dan meneriakkan “Tolak PHK Pamdal sekarang juga, kembalikan pekerjaan kami”.

Seperti yang pernah diberitakan buruhonline.com, sebanyak tiga Pengamanan Dalam (Pamdal) perempuan yang bertugas di lembaga negara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dipecat tanpa diberi pesangon gara-gara hamil. Mereka adalah Ratna Hayu hamil 4 bulan, Dewi Iriani hamil 9 bulan, dan Romdatun hamil 7 bulan. Ketiganya diberhentikan per tanggal 15 Januari 2015 lalu, berdasarkan surat yang ditandatangani oleh Direktur Administrasi dan Keuangan PT Kartika Cipta Indonesia (KCI), Andi Ida Nursanti, perusahaan outsourcing.

Ketiga Pamdal yang telah bekerja antara 6-8 tahun. Romdatun menceritakan, pada kehamilannya yang pertama, dirinya tidak dipecat tapi diberi hak cuti. Namun kali ini, ia di-PHK tanpa diberi pesangon.

Menanggapi masalah ini, pengamat perburuhan, Poempida Hidayatulloh berharap agar pimpinan Setjen DPR dan BURT membantu ketiga pekerja wanita malang tersebut. “DPR ini kan tempat memperjuangkan nasib rakyat. Sebelum memperjuangkan yang lain, ini yang di depan mata kitan ini yang harus DPR pikirkan dan carikan solusi”, ujarnya di Jakarta, Kamis (5/2).

Sekali lagi, tegas Poempida, Setjen DPR dan BURT mesti memecahkan masalah ini secepatnya, supaya tidak rame. Menurut mantan anggota Komisi IX DPR ini, didalam UU Ketenagakerjaan disebutkan bahwa perusahaan tidak bisa mem-PHK karyawatinya yang sedang hamil. “Kok tega-teganya ya mereka memecat pekerja yang sedang hamil. Apa mereka tak punya perasaan? Saya minta PHK ini ditinjau ulang karena tidak manusiawi”, pintanya kepada buruhonline.com. (Aw/Hz)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of