Type to search

Kontrak Diakhiri Sebelum Waktunya, MA Hukum Ganti Rugi

Share

Jakarta | “Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1), pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja”, demikian kutipan lengkap bunyi ketentuan Pasal 62 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Aturan tersebut, dijadikan dasar bagi Mahkamah Agung untuk memutus sengketa hubungan industrial antara Yayasan Dharmendra Kumar Tyagi (DKT) Indonesia, yang berada di Graha Sucofindo Lantai 2, Jalan Raya Pasar Minggu Kav. 34, Jakarta Selatan, melawan Rizwan M Yusuf, dalam putusan Nomor 415 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 3 September 2014.

Rizwan diputus hubungan kerja yang diikat dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (kontrak) sebagai Project Officer, sejak tanggal 26 Juni 2012 sampai dengan tanggal 30 April 2014. Namun, Yayasan DKT Indonesia mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja tanggal 16 November 2012, yaitu sebelum berakhirnya kontrak, dengan nomor DKT.035/HRGA/XI/2012 dengan alasan ditutupnya proyek.

Tak terima diputuskan hubungan kerjanya sebelum berakhir masa kontrak, Rizwan menggugat Yayasan DKT Indonesia ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam putusannya, PHI Jakarta Pusat menghukum Yayasan DKT Indonesia membayar kepada Rizwan kompensasi sebesar Rp.128 juta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *