Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
205

Mogok Akibat Tak Jalankan PB, MA Anggap Mengundurkan Diri

Wakatobi | Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi dari La Adimuha, dkk (40 orang), meskipun telah memaparkan alasan terpaksa melakukan mogok kerja, karena PT Wakatobi Resort tidak bersedia menjalankan Kesepakatan Bersama yang telah dibuat dan ditanda-tangani bersama tanggal 8 Agustus 2011.

Dalam kesepakatan tersebut, perusahaan yang berlokasi di One Moba’a, Desa Lamanggau, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi itu, bersedia memberikan upah sesuai dengan upah minimum yang berlaku, membayar upah lembur, membayar upah pada buruh perempuan yang benjalankan istirahat haid dan melahirkan.

Namun yang terjadi, ternyata perusahaan belum bersedia menjalankan kesepakatan yang telah ditanda-tanganinya. Sehingga memicu kemarahan pekerja lain, termasuk La Adimuha, dkk yang kemudian melakukan mogok kerja sejak 7 Februari 2012 hingga 13 April 2013.

Atas mogok kerja tersebut, perusahaan telah melakukan pemanggilan kepada pekerja untuk kembali bekerja seperti biasa sebanyak 2 (dua) kali, yaitu tanggal 12 dan 14 Februari 2012. Namun panggilan bekerja tersebut tidak lagi diindahkan oleh pekerja. Sehingga perusahaan menganggap La Adimuha, dkk telah mengundurkan diri.

Tak terima dianggap telah mengundurkan diri, La Adimuha, dkk mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Kendari. Dalam putusannya, PHI Kendari menyatakan mogok kerja yang dilakukan tidak sah, dan hanya menetapkan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of