Kamis, 21 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.156

ABK Kapal Fiji, Dibohongi PJTKI

Jakarta | Imam Wihadi adalah seorang pemuda asal Bulakamba, Brebes yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di perairan Fiji, merasa diperlakukan sewenang-wenang oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Mangun Jaya Perkasa. Imam mengaku, dipekerjakan selama 15 sampai 20 jam/hari. 

Namun, Imam yang juga memiliki KTKLN, meragukan dokumen buku pelautnya dipalsukan. Selain itu, salinan perjanjian kerja laut (PKL) tidak diberikan, masa kerja-pun over kontrak, dan selama bekerja 26 bulan hanya digaji 1300 U$D diatas kapal, dan sisanya sebesar 2430 U$D belum dibayarkan. 

Awalnya, Imam Wihadi berangkat tanggal 4 April 2012 melalui PT Mangun Jaya Perkasa. Sebelumnya, ia dijanjikan sistem gajinya onboat/diatas kapal sebesar 150 U$D/bulan, tapi faktanya ia menandatangani perjanjian kerja dengan sistem gaji secara delegasi. 

“Berangkat menuju Hongkong dan lanjut lagi ke Fiji, selama kerja di kapal Jin Lun Yuan-8, jam kerjanya tidak menentu, kadang 15 jam bahkan sampai juga 20 jam perhari untuk menangkap ikan tuna”, ungkap Imam kepada kontributor buruhonline. 

Setibanya Imam di Indonesia, pada 19 Mei 2014, dirinya langsung mencari sponsor yang dulu merekrutnya, dan dirinya mendapat keterangan bahwa ia di suruh menemui Ibu Jeslyn Lang selaku Direktur perusahaan. Senyatanya PT Mangun Jaya Perkasa masih beroperasi, tetapi dengan nama PT Aji Al- Jaidi Ikhwan, yang beralamat di Jl. Caringin V, No. 182, Mustika Jaya, Bekasi Timur. 

Imam mendesak masalah sisa gajinya yang belum dibayarkan sebesar 2340 U$D, tetapi hingga kini tidak ada kabarnya. (ISy)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of