Type to search

Klinik Bang Emha

Apakah Tetap Mendapat Gaji Saat Pekerja Dirumahkan?

Share

Pertanyaan:

Suami saya adalah pekerja kontrak, dan diberitahukan mulai hari ini (27/3) dirumahkan, meskipun masa berakhir perjanjian kerja kontraknya di bulan Oktober 2015. Berapa upah suami saya ketika menjalani masa dirumahkan? Apakah hal itu diatur oleh ketentuan perundang-undangan? (Solikhah Setianingsih) 

 

Ilustrasi.

Jawaban:

Terima kasih telah menjadi salah satu pembaca buruhonline.com. Terhadap pertanyaan saudari, berikut kami uraikan beberapa ketentuan perundang-undangan terkait persoalan yang saudara hadapi. 

Perjanjian kerja yang dibuat secara sah, merupakan hukum bagi para pihak yang membuatnya. Untuk sahnya suatu perjanjian kerja diperlukan empat syarat, yaitu : sepakat, cakap, suatu hal tertentu, dan suatu sebab yang halal, sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 1320 dan Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) jo. Pasal 52 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. 

Terkait dengan pertanyaan diatas, karena tidak dijelaskan apakah didalam perjanjian kerja kontrak yang dibuat mengatur mengenai kewajiban perusahaan untuk tetap membayarkan upah? Maka kami menggunakan asumsi sebagai berikut : 

Apabila didalam perjanjian kerja kontrak yang ditanda-tangani, terdapat klausul pasal didalam perjanjian kerja yang dibuat mengenai pengaturan prosentase besaran upah, bahkan bisa saja menyebutkan tidak adanya kewajiban perusahaan untuk membayar upah, ketika pekerja dirumahkan. 

Didalam ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku, tidak dikenal istilah dirumahkan. Akan tetapi, istilah di-skorsing diatur dalam ketentuan Pasal 155 ayat (3) UU Ketenagakerjaan, yang diperuntukkan untuk menunggu putusan/penetapan mengenai pemutusan hubungan kerja dari Pengadilan Hubungan Industrial. 

Namun, dalam ketentuan Pasal 1602 d KUHPerdata, jo. Pasal 93 ayat (2) huruf f UU Ketenagakerjaan, pengusaha tetap diwajibkan untuk membayar upah kepada pekerja yang tidak dapat melakukan pekerjaan atas perintah pengusaha, karena pengusaha mengalami sesuatu halangan untuk menyediakan obyek pekerjaan, yang merupakan salah satu syarat sahnya perjanjian kerja yaitu suatu hal tertentu berupa pekerjaan yang dijanjikan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 52 ayat (1) huruf c UU Ketenagakerjaan. 

Terhadap pemberian janji untuk menyediakan pekerjaan, tetapi pengusaha tidak dapat menyediakannya, dan pihak pekerja tidak dapat melakukan kewajiban bekerjanya. Maka terhadap keadaan yang demikian, pengusaha dapat dimintai ganti rugi untuk tetap membayar upah pekerja yang tidak diwajibkan untuk masuk dan melakukan pekerjaan (dirumahkan), sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1340 sub. Pasal 1317 KUHPerdata, jo. Pasal 96 UU Ketenagakerjaan, jo. Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah. 

Lebih lanjut, apabila pengusaha tetap tidak bersedia membayar upah penuh maupun tidak bersedia membayar upah sedikit-pun, maka apabila keadaan tersebut tidak dapat diterima secara baik, pihak pekerja dapat mengajukan gugatan perselisihan hak sebagai bagian dari perselisihan hubungan industrial ke Pengadilan Hubungan Industrial, sebagaimana yang telah ditentukan dalam Pasal 136 ayat (2) UU Ketenagakerjaan, jo. Pasal 81 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. 

Demikian, semoga bermanfaat.

7 Comments

  1. Dedy Suhardiman 1 Oktober 2015

    Bagaimana dengan kasus yang terjadi terhadap saya … saya pernah bekerja di perusahaan oil & gas Cab. Batam sejak Maret 2009 s/d Agustus 2014 dengan status kontrak PKWT sbb :

    1. Kontrak I bln Maret 2009 – Juni 2009 (3 bln krn percobaan)
    2. Kontrak II bln Juni 2009 – Juni 2010, setelah berakhir masa kontrak ke-2 saya tetap bekerja selama 1 bulan tanpa kontrak dengan menerima gaji dan ada iuran Jamsostek (seharusnya ada masa jeda 30 hari)

    3. Kontrak I bln Juli 2010 – Juli 2011
    4, Kontrak II bln Juli 2011 – Juli 2012, setelah berakhir masa kontrak ke-2 saya tetap bekerja selama 1 bulan tanpa kontrak dengan menerima gaji dan ada iuran Jamsostek (seharusnya ada masa jeda 30 hari)

    5, Kontrak I bln Agustus 2012 – Agustus 2013
    6. Kontrak II bln Agustus 2013 – Agustus 2014, setelah itu kontrak saya tidak diperpanjang lagi dan tidak menerima uang jasa sedikitpun

    Apakah perusahaan tempat saya bekerja melanggar UU No, 13 tahun 2003 pasal 59

    Dedy Suhardiman

    Balas
  2. Yudhi Antoro 11 Februari 2017

    Saya pekerja kontrak di perkebunan kelapa sawit di Belitung,Babel…..
    Pada tanggal 2 Februari 2017 sy di rumahkan,padahal pada tanggal 27 Januari 2017 sy tanda tangan perpanjangan kontrak ( masa pkwt 01 Januari s.d 30 Juni )
    Yang ingin sy tanyakan……
    1.apa sy masih terima gaji selama di rumahkan ?
    2.kemana sy harus mengadukan masalah sy,sementara sy SDH mengadukan ke SPSI tp TDK ada penyelesaian.
    TRIms…..yudhi

    Balas
  3. Dian syahdi lubis 7 Oktober 2017

    Saya perkerja kontrak dperusahaan pest control jakarta..pada tgl 04 oktober 2017 sy dpanggil HRD .bahwa saya dirumahkan oleh pihak pegusaha tmpt saya bekerja dgn alasan kesalahan tdk fatal dan tdk ada peringatan sp1.2.3 dll.awalnya saya mau dimutasi dari area lama ke area baru..saya tunggu area tsb tak kunjung tiba,malahan saya dapat kalimat dari perusahaan merumahkan saya..?
    Pkwt 1 saya dbulan oktober 2014.
    Pkwt 2 dbuat tgl Melawati natas bulan.
    Pkwt 3 saya blm di ttd sama saya krn tak kunjung datang pihak HRD..
    Bagaimana solusinya utk saya….???

    Balas
    1. adminbo 8 Oktober 2017

      Terima kasih telah menjadi Pembaca buruhonline.com,

      Redaksi akan teruskan untuk dijawab oleh bangemha.

  4. Ina ina 3 November 2017

    Salam,nak tanya sikit..suami sya sudah 14 tahun berkerja di kilang kerja sebagai operator,sampai sekarang gaji masih rm1400 sahaja..kerja pun sampai malam gaji overtime hanya rm15 sejam,hanya dia sahaja punya gaji sebegitu yg lain semua rm1800-rm1600-rm1700.adakah ini kerja majikan pilih kasih? Pada mata sya suami sya yg mati-matian kerja isi lori buang besi,sedangkan yg lain masih boleh goyang kaki..bukan apa sya berkata begini ini kerana suami sya kerja depan rumah depan mata sebab tu sya lihat.

    Balas
  5. muy 6 Februari 2018

    Saya seorang tenaga medis,ketika masuk di sebuah rumah sakit swatsa tidak ada MCU…namun sekitar 3 tahun saya bekerja disana MCU saya hasil hbsag positif dan pada bulan yang sama saya langsung di non aktifkan bekerja disana,status saya sudah pegawai tetap…yang jadi pertanyaan apakah selama saya di non aktifkan bekerja saya tetap menerima gaji pokok dan apakah ada waktu masa non aktif bekerja sampai ke masa waktu PHK

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *