Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
341

Jaba Garmindo Diambang Pailit, 1.600 Buruh Terancam Menganggur

Jakarta | Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Tetap selama 20 (dua puluh) hari kedepan, yang diajukan oleh PT Bank CIMB Niaga dan PT Bank UOB Indonesia, terhadap PT Jaba Garmindo (yang kini berstatus dalam PKPU), dengan Nomor Perkara 04/Pdt.Sus-PKPU/2015/PN.Niaga.Jkt.Pst. 

Selain perusahaan garment yang telah beroperasi sejak tahun 1983 itu, Djoni Gunawan selaku Pemilik perusahaan tersebut juga berstatus dalam PKPU.  “Memerintahkan pengurus untuk memanggil Debitor dan Para Kreditor untuk hadir pada sidang berikutnya yang akan dilaksanakan pada tanggal 02 April 2015”, ujar Jamaludin Samosir selaku Ketua Majelis Hakim yang membacakan amar putusan sidang sengketa utang yang digelar di PN Jakarta Pusat, Jum’at (13/03) kemarin.

Menanggapi amar putusan tersebut, kuasa hukum buruh PT Jaba Garmindo, Iskandar Zulkarnaen menegaskan bahwa buruh bagaimanapun hak-haknya harus terpenuhi. “Mereka masih menunggu sisa gaji 50% yang belum dibayarkan oleh perusahaan”, kata Iskandar. 

Dikatakan Iskandar, terdapat 1.600 buruh yang bekerja di pabrik yang berlokasi di Tangerang. Gaji mereka yang dibayarkan oleh perusahaan saat ini baru 50%. “Setengahnya lagi dijanjikan akan dibayarkan perusahaan sekitar tanggal 20-25 Maret ini”, tambahnya. Iskandar menegaskan, bagi buruh, yang penting mereka bisa bekerja kembali dan gajinya dibayarkan. 

PT Jaba Garmindo tak mampu membayar utang-utangnya sebesar US$80,92 juta kepada kedua bank yang telah jatuh tempo sejak tahun lalu. Jaba Garmindo mengajukan permohonan pemberian fasilitas kredit kepada Bank CIMB Niaga untuk keperluan usahanya. Kredit tersebut terdiri dari Pinjaman Transaksi Khusus, Kredit Ekspor, Negosiasi Wesel Ekspor/Diskonto Wesel Ekspor, dua Pinjaman Investasi, dan Letter of Credit (LC). 

Selain itu, Jaba Garmindo juga mendapatkan permohonan pemberian fasilitas kredit dari Bank UOB Indonesia, yaitu berupa investasi, kredit moda kerja, dan foreign exchange. Beberapa pinjaman tersebut telah disahkan melalui perjanjian kredit pada 2 Agustus 2006 beserta perubahannya hingga 8 Januari 2014. 

Dalam ketentuan Pasal 225 ayat (5) Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004, apabila hingga 02 April 2015, PT Jaba Garmindo (dalam PKPU) tidak menyampaikan recana perdamaian terhadap para Kreditor, maka pada saat itu juga PN Niaga akan menyatakan PT Jaba Garmindo pailit dengan segala akibat hukumnya. (Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of