Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
498

Keliru Kompetensi Relatif, Bukan Kewenangan PHI Jakarta Pusat

Jakarta | Gugatan Perselisihan Hubungan Industrial diajukan kepada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat pekerja/buruh bekerja, demikian bunyi ketentuan Pasal 81 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (UU PPHI).

Ketentuan tersebut yang menjadi dasar bagi Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk mengabulkan eksepsi dari PT Indotambang Raya Megah Tbk., atas gugatan Scott Paul Hutchison, seorang pekerja asing berkewarganegaraan Thailand.

Dalam putusannya Nomor 25/PHI.G/2014/PN.JKT.PST tanggal 24 April 2014, menyatakan PHI Jakarta Pusat tidak berwenang yang dalam gugatannya menuntut pembayaran ganti rugi atas pembatalan kontrak sepihak, sebesar $306.000 atau setara dengan 17 (tujuh belas) bulan upahnya, saat bekerja sebagai Program Manager-Bontang Group, ITM Project dengan lokasi kerja di Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.

Oleh karena, tempat bekerja Scott di Kalimantan Timur, maka PHI Jakarta Pusat menyatakan dirinya tidak berwenang untuk memeriksa perkara gugatan yang diajukan Scott, meskipun penanda-tanganan kontrak kerjanya di kantor pusat perusahaan, yang berada di Pondok Indah Office Tower III, Lt. 3, Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah Kav. V-TA, Jakarta Selatan.

PHI Jakarta Pusat sesuai dengan Pasal 136 HIR, memeriksa dan memutus terlebih dahulu tentang eksepsi kompetensi relatif yang diajukan melalui kuasa hukumnya A. Kemalsjah Siregar selaku penerima kuasa dari PT Indotambang Raya Megah Tbk.

Tak terima gugatannya kandas di PHI Jakarta Pusat, Scott yang kini berdomisili di 26/10 Moo 1 Thungtumsao, Hat Yai, Songkhla, Thailand, mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 12 Mei 2014, sebagaimana ternyata dari Akta Pernyataan Permohonan Kasasi Nomor 51/Srt.KAS/PHI/ 2014/PN.JKT.PST. yang diikuti dengan memori kasasi tanggal 23 Mei 2014.

Scott beralasan, bahwa terdapat kasus yang sama dengan pihak tergugat yang sama yaitu PT Indotambang yang sedang berlangsung di PHI Jakarta Pusat, yaitu perkara Martin Richard Jezo Nomor 20/PHI.G/2014/PN.Jkt.Pst, dan perkara Dante Lovejoy Creigton Braham Nomor 26/PHI.G/2014/PN.Jkt.Pst. Kedua perkara tersebut, juga diajukan eksepsi kompetensi realtif, tetapi PHI Jakarta Pusat menolak eksepsi yang diajukan perusahaan dan melanjutkan pemeriksaan pokok perkara.

Namun, alasan kasasi Scott tidak dapat dipertimbangkan oleh Mahkamah Agung. Dalam putusannya Nomor 446 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 9 September 2014, Mahkamah Agung menilai PHI Jakarta Pusat tidak berwenang memeriksa, mengadili dan memutus perkara yang diajukan oleh Scott Paul Hutchison, karena tempat bekerjanya berada pada perusahaan di Bontang Kalimantan Timur, sehingga yang mempunyai kewenangan memeriksa, mengadili dan memutus perkara tersebut adalah PHI Samarinda. (Hz)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of