Minggu, 15 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
33

Penggabungan Tuntutan Bekerja dan PHK, Gugatan Tidak Diterima

Surabaya | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, dalam perkara Nomor 04/G/2014/PHI.Sby tanggal 23 April 2014, menyatakan gugatan Herry Setiawan, Muji Wayan dan Wasis tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Majelis Hakim PHI Surabaya beralasan, bahwa penggabungan tuntutan yang ditujukan kepada PT Mitra Alam Persada, dinilai kabur dan tidak jelas (obscuur libel). Karena Herry menggabungkan tuntutan agar dipekerjakan kembali, atau dinyatakan putus hubungan kerjanya oleh PHI Surabaya.

Dalam petitumnya, Herry menyebutkan : (1) Memerintahkan pihak Tergugat untuk mempekerjakan kembali Para Penggugat. (2) Apabila pihak Tergugat tidak mau mempekerjakan Para Penggugat, Mohon Majelis Hakim memerintahkan kepada pihak Tergugat untuk memutus hubungan kerja dan membayar biaya kepada Para Penggugat sebagaimana ketentuan di Pasal 156 Ayat (2), Ayat (3) dan Ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pendapat PHI Surabaya tersebut, akhirnya dikuatkan dengan Putusan Mahkamah Agung Nomor 463 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 29 September 2014. Mahkamah Agung menilai, PHI Surabaya tidak salah dalam menerapkan hukum, serta pertimbangannya sudah tepat dan benar untuk menyatakan gugatan tidak dapat diterima. Didasari pertimbangan surat gugatan Penggugat kabur, karena terjadi pertentangan antara petitum yang satu bertentangan dengan petitum yang lain.

Herry, dkk terpaksa menggugat PT Mitra Alam Persada, yang beralamat di Jalan Jemursari Selatan I/18 RT 002/RW 008, Jemurwonosari, Surabaya itu. Karena Herry, dkk pada bulan Januari 2013, disuruh untuk mengundurkan diri setelah menolak dipindahtugaskan dari perusahaan plant Site Melak ke plant Surabaya, disebabkan tidak adanya fasilitas (tempat tinggal/mess). (Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of