Sabtu, 20 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
271

PHI dan MA Berbeda Pendapat Terkait Penerapan Kontrak

Surabaya | Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 595 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 5 Januari 2015, menyatakan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang diterapkan oleh PT Indonesia Tri Sembilan terhadap Tubi sejak tahun 2004 hingga tahun 2011, batal demi hukum dan berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). 

MA Menilai, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, tidak mempertimbangkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh pihak pekerja, yang pada pokoknya menerangkan, bahwa apabila proses produksi berhenti maka karyawan tetap masuk kerja membersihkan mesin masing-masing. 

Sehingga, hubungan kerja antara perusahaan dengan pihak pekerja, berlangsung terus menerus dan tidak ada jeda waktu sebagai masa pembaharuan perjanjian kontrak (dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dikenal dengan sebutan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu). Dengan demikian, MA mengadili dan mengubah putusan PHI Surabaya Nomor 3/G/2014/PHI.Sby, tanggal 19 Mei 2014. 

MA menghukum perusahaan yang berkedudukan di Ngoro Industri Persada Blok S-1, Ngoro, Mojokerto, untuk membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan ayat (4) UU Ketenagakerjaan, sebesar Rp.24,1 juta, tanpa upah selama tidak dipekerjakan. 

Sebelumnya, PHI Surabaya menolak gugatan Tubi yang mengajukan tuntutan uang pesangon sebesar Rp.51,8 juta, beserta upah selama tidak dipekerjakan sejak tahun 2011 hingga tahun 2013, sebesar Rp.38,1 juta. Karena Tubi tidak berhasil membuktikan dalil gugatannya, atas pemutusan hubungan kerja dengan alasan perjanjian kontraknya telah berakhir demi hukum, sehingga tidak beralasan untuk mengajukan gugatan uang pesangon. (Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of