Type to search

Terbukti Membuat Kuitansi Palsu, MA Ubah Putusan PHI

Share

Pekanbaru | Pengakuan Refly E Akerina yang tertuang dalam risalah bipartit dan mediasi, terkait pembuatan kuitansi palsu atas sewa rumah yang pembayarannya dibebankan kepada PT Wahana Ottomitra Muliartha sebesar Rp.16 juta, menjadi dasar bagi Mahkamah Agung untuk mengubah amar putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor 44/G.2013/PHI.PBR. tanggal 5 Februari 2013.

Dalam putusannya, PHI Pekanbaru mengabulkan gugatan Refly yang menuntut diberikan uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) UU Nomor 13 Tahun 2003 sejumlah Rp.145,5 juta, serta uang makan, laundry, biaya pindah, biaya taxi dan angkutan lain, biaya pengurusan dokumen keluarga, dan biaya tempat tinggal sejumlah Rp.87,8 juta.

Refly tak terima atas pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan yang beralamat di Jalan Tuanku Tambusai No, 790 AB, Pekanbaru, tersebut. Padahal Refly telah terbukti melakukan pemalsuan tandatangan terhadap kwitansi pembayaran sewa rumah tahunan yang sifat tunjangannya, dan merupakan perbuatan tersebut telah melanggar Peraturan Perusahaan (PP) Pasal 25 ayat (2) huruf i.

Dengan pertimbangan kesalahan yang telah dilakukan Refly, Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 367 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 6 Agustus 2014, menyatakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan PT Wahana Ottomitra Muliartha adalah karena telah melanggar Pasal 25 ayat (2) huruf i Peraturan Perusahaan, dan hanya menghukum perusahaan untuk membayar uang pisah sebesar 3 bulan upah, dan hak lainnya yang seluruhnya sejumlah 125 juta. (Tk) 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *