Sabtu, 20 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
333

Buruh Gelar Pelatihan Jurnalistik

Jakarta | Sejumlah buruh dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Serang hingga Sidoarjo, mengadakan pelatihan jurnalistik, yang dikerjasamakan antara Trade Union Right Centre (TURC), Solidaritas.Net dan buruhonline.com, Jum’at (17/4) di Hotel Bunga Bunga, Jakarta.

Acara yang dibuka oleh Surya Tjandra, Direktur TURC, dihadiri oleh 23 buruh, yang terdiri dari SPILN, FISBI, GSBI, FBSB, FSPBI, SBMI, PPMI, FSBDSI, SPSI Bekasi, KPPSB, SPMI, GSPB, SP KEP Jatim, dan PUSTARA.

Beberapa peserta yang hadir, diantaranya Hidayatullah dari SPSI Bekasi berharap, ada media buruh yang memperlihatkan perjuangan buruh, bukan hanya menyajikan buruh yang direpresif aparat polisi.

Pelatihan yang rencananya digelar selama 3 (tiga) hari berturut-turut itu, diawali oleh pemaparan Luviana dari Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Jakarta. Luviana bercerita mengenai media sebelum reformasi 1998, yang kala itu tidak dapat menulis sesukanya, semuanya dikontrol oleh penguasa.

“Fungsi media dari 1920 hingga 1998, adalah perjuangan, hiburan, pendidikan dan sosial”, terang Luviana. Di zaman sebelum kemerdekaan, media digunakan oleh pahlawan untuk memberikan pemahaman perlawanan terhadap penjajah kolonial, lanjut Luviana.

“Media perburuhan juga harus berfungsi sebagai tujuan dan pengontrol kebijakan”, tegas ia. Luviana juga menyampaikan dari 3.500 media yang ada, media serikat buruh di Indonesia hanya tinggal sekitar 25-an saja. Media buruh semestinya mengikuti keinginan buruh, karena media merupakan tujuan dan bukan alat, pesan wartawan KBR68H itu. (***Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of