Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
20

Dalam Dua Hari, Dua TKI Penyumbang Devisa Dipancung

Jakarta| Eksekusi mati yang dilakukan dalam dua hari berturut-turut,  atas dua Tenaga Kerja Indonesia membuat pemerintah Indonesia kembali memprotes pemerintah Arab Saudi. Pasalnya dalam kasus Siti Zaenab maupun Karni binti Medi Tarsim, pemerintah mengaku tidak mendapat informasi resmi.

“Pemerintah RI sekali lagi menyatakan penyesalan dan kekecewaannya, bahwa perwakilan Republik Indonesia, baik di Riyadh maupun di Jeddah, sama sekali tidak memperoleh informasi resmi mengenai waktu dan tempat pelaksanaan hukuman mati terhadap Karni binti Medi Tarsim,” tulis Kementerian Luar Negeri dalam rilisnya, Kamis (16/4) malam.

Sebagai informasi, Karni adalah buruh migran asal Brebes, Jawa Tengah. Perempuan kelahiran 10 Oktober 1977 dipidana atas kasus pembunuhan terhadap seorang anak majikannya, yang bernama Tala Al Syihri yang berumur sekitar 4 tahun pada 26 September 2012.

Karni dikonfirmasi telah menjalani hukum pancung di Jeddah pada pukul 10.00 waktu setempat atau sekitar pukul 14.00 WIB. Atas dua kejadian tersebut, pada pukul 19.30 WIB malam ini Kemenlu meminta keterangan dari Dubes Arab Saudi di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Kemlu menyampaikan nota diplomatik, mengenai kekecewaan pemerintah Indonesia atas pelaksanaan hukuman mati, tanpa adanya notifikasi resmi terlebih dahulu seperti lazimnya dalam hubungan internasional.

Pelaksanaan hukuman pancung tersebut mendatangkan duka bagi Indonesia, khususnya kepada para keluarga penyumbang devisa tersebut. Pihak Kemlu juga menemui keluarga Karni di Brebes untuk menyampaikan rasa duka cita kepada sanak keluarga. (***bis/Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of