Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
320

Dituduh Berbuat Asusila, Buruh Tetap Dapat Pesangon

Pasuruan | Rabu (1/4) lalu, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, menjatuhkan putusan perselisihan pemutusan hubungan kerja yang diajukan oleh PT Mandiri Investama Sejati selaku Penggugat, yang beralamat di Jalan Raya Purwosari No. 88, Dusun Keputran, Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur, terhadap Wartini selaku Tergugat yang telah bekerja sejak 1 Agustus 2005 di Departemen Produksi.

Dalam putusan setebal 23 halaman tersebut, perusahaan beralasan menggugat Wartini atas tuduhan melanggar Pasal 44 ayat (44) Perjanjian Kerja Bersama, mengenai sanksi atas perbuatan asusila di lingkungan perusahaan, yang terjadi pada tanggal 25 September 2014, pada Pukul 23.00 Wib lalu.

Terhadap pelanggaran tersebut, perusahaan dalam surat gugatannya tertanggal 26 Desember 2014, yang didaftarkan di PHI Surabaya pada tanggal 6 Januari 2015, yang diregister dengan perkara Nomor 1/G/2015/PHI.Sby, meminta kepada Majelis Hakim untuk membebaskan perusahaan dari pembayaran uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja.

Namun dalam pertimbangan hukumnya, Majelis Hakim PHI Surabaya yang terdiri dari Wahyono, S.H., selaku Ketua Majelis, serta Anggota Majelis Hakim lainnya, Dari Triastuti, S.H., dan Achmad Syafii, S.H., menganggap perbuatan Wartini bukan merupakan perbuatan yang dapat dikualifikasikan sebagai kesalahan berat.

Sehingga, pemutusan hubungan kerja terhadap Wartini harus disertai dengan pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.40,3 juta. (***Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of