Type to search

Dukungan Politik Tak Cukup Hapus Outsourcing, Buruh Gugat ke PHI

Share

Jakarta | Meski secara politik, pekerja outsourcing (alih daya) yang ditempatkan di beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mendapatkan dukungan Komisi IX, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bahkan lebih-lebih desakkan agar Pemerintah melalui Menteri Negara BUMN untuk segera menetapkan perubahan status mereka menjadi pekerta tetap BUMN, namun nasib mereka masih menjadi pekerja outsourcing. 

Diantara 270 ribu orang pekerja yang dipekerjakan dengan sistem kerja outsourcing pada beberapa BUMN, diantaranya terdapat 259 para pekerja yang ditempatkan oleh PT Graha Sarana Duta selaku perusahaan penyedia jasa tenaga kerja di PT Telkom Indonesia Tbk., pada wilayah DKI Jakarta sebanyak 128 orang, dan Jawa Barat sebanyak 131 orang. 

Mereka yang tergabung dalam Serikat Pekerja Graha Sarana Duta (Sejagad), yang dipekerjakan pada bagian Satuan Pengamanan, Cleaning Service, dan Maintenance Engineering, akhirnya menempuh proses hukum untuk mendapatkan hak-haknya. Sebanyak 128 orang telah mendaftarkan surat gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan registerasi perkara Nomor 181/Pdt.Sus/PHI/2014/PN.Jkt.Pst, yang recananya pada 16 April mendatang diagendakan pembacaan putusan. 

Sejagad terpaksa mengajukan gugatan pada bulan Agustus 2014, setelah tidak mencapai kesepakatan dalam sidang mediasi yang digelar berkali-kali di Kementerian Ketenagakerjaan. PT Graha Sarana Duta tidak dapat mengabulkan tuntutan perubahan status karyawan menjadi pekerja PT Telkom, meskipun telah terbit rekomendasi dari Panitia Kerja (Panja) Outsourcing DPR, mengenai penetapan status pekerja BUMN. Dan kini faktanya, justru PT Graha Sarana Duta berniat memutuskan hubungan kerja dengan para pekerja, dan bersedia membayar uang pesangon sebesar 2,5 kali ketentuan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 

Semoga PHI Jakarta Pusat dapat memberikan kepastian hukum atas berlaurt-larutnya ketidakpastian hubungan kerja 259 pekerja yang menuntut ditetapkan menjadi pekerja PT Telkom Indonesia Tbk. (***Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *