Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
24

Ingin Tetap Kerja, Pekerja Disodorkan Pernyataan Upah Dibawah UMK

Pasuruan | Beberapa perusahaan tekstil di Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sodorkan kepada pekerjanya yang ingin tetap bekerja, untuk menandatangani surat pernyataan bermeterai, yang berisi bersedia dibayar dibawah upah minimum. Selain itu, didalam surat pernyataan juga terdapat kalusul untuk tidak melakukan tuntutan baik secara pidana maupun perdata.

Terhadap pelanggaran demikian, buruh tetap berhak mendapatkan kembali atas kekurangan pembayaran upah kepada dirinya, meskipun telah membuat dan mendatangani surat pernyataan yang dibuatnya, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah.

Lebih lanjut, kondisi demikian membuat sebagian buruh menjadi resah. Karena mereka dihadapkan dua hal yang sulit, disatu sisi para buruh membutuhkan pekerjaan karena sulitnya mencari lapangan kerja akhir-akhir ini, apalagi jika tidak mempunyai bekal keahlian disatu bidang pekerjaan.

Tetapi disisi lain, para buruh sadar jika mereka sedang diperlakukan tidak adil oleh pengusaha. Mustinya disitulah kehadiran Negara dibutuhkan untuk melakukan pembinaan terhadap hubungan industrial. Tidak serta merta menyerahkan kelangsung hubungan industrial hanya kepada pekerja dan pengusaha, yang secara ekonomi serta kedudukan sosial masih mengalami ketimpangan.

Ancaman sanksi pidana dalam UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, terkait penyimpangan penerapan upah, tidak serta merta dapat memaksa pengusaha untuk melaksanakan upah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Begitupula jika persoalan tersebut dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), yang tidak hanya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, tetapi buruh dipaksa untuk mampu beracara di lembaga peradilan perburuhan itu. (***Tk)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of