Type to search

Jaminan Sosial

Iuran Pensiun BPJS 8 Persen Naik 4 Tahun Sekali

Share

74logo-bpjs-ketenagakerjaanJakarta | Pemerintah telah memutuskan besaran iuran jaminan pensiun sebesar 8%, yang merupakan salah satu jaminan dari penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004. Tapi ke depan, rencananya pemerintah akan menyesuaikan lagi besaran iuran ini secara berkala setiap empat tahun sekali. 

Direktur Pengupahan dan Jaminan Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, Wahyu Widodo membenarkan, pemerintah telah menetapkan besaran iuran jaminan pensiun sebesar 8% pada tahun ini. Namun ke depan, pemerintah berencana untuk menyesuaikan lagi (readust) batas usia pekerja saat menerima manfaat pertama, serta besaran iuran jaminan pensiun setiap empat tahun. 

“Untuk iuran kemungkinan akan ada kenaikan 0,3% dari iuran awal yang akan di readjust (disesuaikan lagi) setiap empat tahun sekali, sampai 65 tahun ke depan”, kata Wahyu, Kamis (9/4). 

Ia menambahkan, penyesuaian besaran iuran dan usia pekerja saat menerima manfaat pertama ini, dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Iuran jaminan pensiun sebesar 8%, dibebankan kepada pengusaha sebesar 5% dan pekerja 3%. Setiap pekerja akan mendapatkan manfaat pertamanya, setelah bekerja selama 15 tahun atau menginjak usia 56 tahun. 

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyatakan, keputusan mengenai besaran iuran ini akan dituangkan dalam draf rancangan peraturan pemerintah, dan akan dibawa ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk disahkan. 

Sebelumnya, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Elvyn G. Masasya menyatakan besaran iuran 8% itu, dihitung dari gaji yang diterima pegawai. Ia berharap, penyelenggaraan jaminan pensiun dapat mulai berlaku serentak mulai 1 Juli 2015. 

Tapi, Wahyu tak merinci skema pemberian manfaat jaminan pensiun yang akan diberikan. Namun, dalam klausul pembahasan rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang program jaminan pensiun, skema pemberian manfaat ini diberikan secara berkala bagi pekerja yang telah mencapai masa iuran minimal 180 bulan atau 15 tahun. 

Pekerja dengan masa iuran kurang dari 15 tahun, manfaat akan diberikan secara lumpsum atau sekali bayar, dengan menghitung akumulasi iuran dan dana hasil pengembangannya. Namun, peserta dengan masa iuran kurang dari 15 tahun, bisa menerima manfaat berkala bila yang bersangkutan melanjutkan iurannya hingga masa iuran 15 tahun. (***Ktn)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *