Type to search

KSPI Angkat Isu Konstitusi Dalam Gerakan Buruh

Share

Jakarta | Jelang hari buruh Internasional, 1 Mei yang kerap disebut dengan Mayday dan menjadi hari libur nasional di Indonesia sejak tahun 2014 lalu, para serikat buruh secara aktif melakukan persiapan untuk memperingatinya. Tahun 2015 ini, 1 Mei jatuh pada hari Jumat.

Umumnya dalam setiap peringatan, serikat buruh selalu mengusung isu yang menurut mereka patut menjadi perhatian Pemerintah. Tidak terkecuali Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), yang merupakan salah satu dari 8 (delapan) konfederasi yang tercatat di Kementerian Ketenagakerjaan, saat ini. 

Didalam situs www.kspi.or.id, dalam aksi Mayday tahun ini, para buruh meminta Pemerintah untuk menjalankan amanat konstitusi UUD 1945, yaitu Pasal 27 dan Pasal 33 tentang upah layak dengan menaikan upah 32%, dan merubah KHL dari 60 Item menjadi 84 item KHL, agar daya beli buruh meningkat, akibat dampak kenaikan harga barang dan kenaikan BBM. 

Selain itu, KSPI yang berencana akan menurunkan satu juta massa buruh, juga menolak rencana Pemerintah untuk menaikan upah minimum 2 tahun sekali, apalagi 5 tahun sekali karena tidak sesuai dengan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Sebab, akan mengakibatkan kehidupan buruh semakin terhimpit. 

Buruh juga meminta pemerintah mengesahkan RPP jaminan pensiun, dan harus diberlakukan pada Juli 2015, agar para buruh mendapatkan kepastian jaminan pensiun wajib, dengan iuran 15%/bulan dan benefit 75% dari gaji terakhir. KSPI juga menolak rencana pemerintah menaikan iuran BPJS kesehatan. 

KSPI memandang, seharusnya pemerintah meningkatkan anggaran Jaminan Kesehatan untuk orang tidak mampu menjadi Rp.30 T, karena harga BBM, TDL, Elpiji dan transportasi sudah tidak ada subsidi lagi. (***Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *