Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
37

Kunjungi Mapolres Karawang, Buruh Kembali di-Pukul

Karawang | Pemeriksaan terhadap salahsatu buruh yang juga sekaligus sebagai anggota serikat pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) oleh Mapolres Kabupaten Karawang, Kamis (16/4) kemarin, mengundang simpati dari anggota PPMI se-Karawang. Pasalnya dua orang yang kini statusnya dijadikan Tersangka (TSK) oleh Mapolres Karawang, adalah orator pada saat aksi di depan pabrik PT Technopia Jakarta, beberapa waktu lalu.

Aksi ribuan massa didepan pabrik produsen obat nyamuk yang berada setelah pintu tol keluar Karawang Timur itu, disebabkan adanya dugaan pelanggaran hak normatif pekerja, dan terlebih adalah adanya dugaan ketidaksukaan pengusaha atas keberadaan PPMI di perusahaan. Hal itulah yang menyebabkan para buruh mendatangi PT Technopia.

Namun, alih-alih menindaklanjuti dugaan tindak pidana kejahatan yang dilakukan pengusaha atas pelanggaran UU Ketenagakerjaan dan UU Serikat Pekerja, kini justru berbalik timpang. Laporan pidana buruh terhadap pengusaha, justru menjadi abai dan terabaikan di Mapolres Karawang, hingga belum ada penetapan satu TSK-pun dari 40-an lebih Laporan Polisi yang dibuat buruh di Mapolres.

Sebaliknya, justru yang terjadi adalah secepat kilat, Mapolres Karawang menetapkan status tersangka kepada salah seorang buruh dari PPMI. Hal itulah yang menggerakkan para buruh yang tergabung di PPMI untuk mengunjungi Mapolres Karawang. Mereka berniat untuk mempertanyakan, apa sebabnya laporan buruh terabaikan, sedangkan sebaliknya laporan pengusaha seakan-akan mendapatkan prioritas penanganan.

Akan tetapi, kedatangan para buruh dari pagi hari yang jumlahnya hingga ratusan orang saat siang tiba, membuat Mapolres panik. Pasalnya, dari puluhan ribu anggota PPMI se-Karawang akan tumpah ruah didepan Mapolres sore harinya setelah mereka pulang dari tempat bekerjanya masing-masing di Karawang.

Tak ingin peristiwa itu terjadi, Mapolres mulai melakukan provokasi terhadap buruh yang sedang duduk-duduk tenang diemperan Mapolres. Kejadian tersebut, spontan menyulut adu mulut dengan beberapa aparat kepolisian, hingga pada akhirnya Mapolres mempunyai alasan untuk memukul mundur anggota PPMI, hingga terjadi insiden pemukulan oleh aparat Polisi terhadap anggota PPMI.

Hingga berita ini diturunkan, PPMI masih terus melakukan konsolidasi terkait dua hal, yaitu penetapan status tersangka salah satu anggotanya, dan insiden pemukulan dari aparat kepolisian Mapolres Karawang. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of