Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
310

Marak Penutupan Pabrik, Menyisakan Tanya Atas Nasib Buruh

Jakarta | Dalam sebulan terakhir, aparat kepolisian menyisir pabrik makanan dan minuman yang diduga membuat produknya dengan bahan-bahan berbahaya. Sebut saja penghentian produksi sari kelapa untuk perusahaan minuman ternama “Nata De Coco”, yang terjadi pada awal bulan April lalu.

Penghentian aktifitas perusahaan di Sleman itu, disebabkan adanya bukti-bukti pembuatan sari kelapa menggunakan bahan pupuk ZA yang biasa dipergunakan untuk pertanian. Kemudian disusul dengan penggerebegan pabrik pembuatan saos di Semarang, Makaryo Food, yang diduga berbahan pewarna tekstil.

Dan hari ini, Rabu (22/4), giliran pabrik saos di Tangerang, Banten menjadi target aparat kepolisian. Satuan Reserse Narkotika Polres Metro Tangerang berhasil gerebek home industri yang memproduksi saos berbahaya di Perumahan Taman Jaya, Blok D1 no 3A, RT 4/11, Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Penutupan pabrik yang memang diduga memproduksi makanan dan minuman dengan bahan-bahan berbahaya untuk dikonsumsi, menjadi mutlak harus dilakukan, karena sangat berbahay bagi yang mengkonsumsinya. Tetapi, akibat dari penutupan pabrik juga berdampak pada buruh yang bekerja di pabrik tersebut. Potensi kehilangan pekerjaan dan penghasilan menjadi ancaman yang cukup serius bagi para buruh.

Kondisi demikian, mengundang segudang tanya. Siapa yang harus bertanggungjawab atas hilangnya pekerjaan dan penghasilan para buruh yang pabriknya ditutup? (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of