Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
3.114

Membentuk Serikat Pekerja/Serikat Buruh Di Perusahaan

Ilustrasi.

55serikat-pekerjaPekerja/buruh secara istimewa dijamin kebebasan berserikatnya oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Tetapi bagaimana cara membentuk serikat pekerja/serikat buruh didalam perusahaan? 

Dalam ketentuan UU 21/2000, Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 10, bahwa pekerja/buruh dapat membentuk serikat pekerja/serikat buruh sekurang-kurangnya oleh 10 (sepuluh) pekerja/buruh, yang dapat dibentuk berdasarkan sektor usaha, jenis pekerjaan, atau bentuk lain sesuai dengan kehendak pekerja/buruh. 

Setiap serikat pekerja/serikat buruh diwajibkan membuat Anggaran Dasar (AD), yang sekurang-kurangnya memuat : nama dan lambang; dasar negara, asas, dan tujuan;  tanggal pendirian; tempat kedudukan; keanggotaan dan kepengurusan; sumber dan pertanggungjawaban keuangan; dan ketentuan perubahan anggaran dasar dan/atau anggaran rumah tangga, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 11 UU 21/2000. 

Serikat pekerja/serikat buruh yang telah dibentuk harus terbuka untuk menerima anggota tanpa membedakan aliran politik, agama, suku bangsa, dan jenis kelamin. Selain itu, seorang pekerja/buruh tidak boleh menjadi anggota lebih dari satu serikat pekerja/serikat buruh di satu perusahaan. Dan bagi pekerja/buruh yang menduduki jabatan tertentu di dalam satu perusahaan dan jabatan itu menimbulkan pertentangan kepentingan antara pihak pengusaha dan pekerja/buruh, tidak boleh menjadi pengurus serikat pekerja/serikat buruh di perusahaan yang bersangkutan, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 12, Pasal 14 dan Pasal 15 UU 21/2000. 

Yang perlu disiapkan dalam membentuk serikat pekerja/serikat buruh, yaitu : daftar hadir pembentukan serikat pekerja/serikat buruh, yang memuat hari, tanggal, bulan dan tahun, serta tempat pada saat pembentukan. Lalu dilaksanakan musyawarah yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang pekerja/buruh, untuk menyatakan pembentukan, dan menentukan nama, serta komposisi kepengurusan serikat pekerja/serikat buruh, yang dituangkan dalam Berita Acara Pembentukan. 

Kemudian, pengurus serikat pekerja/serikat buruh terpilih, membuat surat pemberitahuan ke isntansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan setempat, untuk diberi nomor bukti pencatatan, yang harus dikeluarkan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari sejak tanggal diterimanya pemberitahuan. Pemberitahuan tersebut, harus dilampiri dengan daftar hadir pembentukan, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, serta daftar nama pengurus yang dituangkan dalam Berita Acara Pembentukan, sebagaimana dipersyaratkan dalam Pasal 20 ayat (1) UU 21/2000. 

Setelah diterbitkannya nomor bukti pencatatan, maka serikat pekerja/serikat buruh terpilih harus memberitahukan secata tertulis mengenai keberadaan serikat pekerja/serikat buruh ke mitra kerja sesuai dengan tingkatannya, salah satunya adalah pimpinan perusahaan, sesuai dengan Pasal 23 UU 21/2000. (***Hz) 

 

Silahkan klik disini, untuk mendapatkan soft copy format syarat pembentukan SP/SB.

3
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
adminboAgil maulana Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Agil maulana
Guest
Agil maulana

saya agil maulana Karyawan kontrak di pt multi indomandiri Saya ingin mengajukan pertanyaan ? Bagaimana jika saya mau membentuk sp Tetapi status saya di perusahaan masih kontrak dan lagi saya tidak tahu uu tentang ketenaga ketenagakerjaan . Saya dengar dulu di perusahaan saya pernah ada yang mengajukan permohonan sp tetapi yang ada malah pemecatan Terus terang di perusahaan tempat saya sekarang jauh dari kata makmur Jangankan tunjangan , fasilitas yang harusnya di beri perusahaan tidak di berikan Seperti : seragam, sepatu , Dan itu pun di berikan hanya setelah 1 tahun kontrak masa kerja Padahal perusahaan kami di bidang kimia… Read more »