Type to search

Meski Ada Surat Dokter, PHI Gorontalo Putus PHK Mangkir

Share

Gorontalo | Pengusaha tidak dapat melakukan pemutusan hubungan kerja dengan kualifikasi mengundurkan diri, apabila pekerja tidak masuk bekerja selama 5 (lima) hari kerja atau lebih, dengan melengkapi keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah, yang diserahkan kepada pengusaha paling lambat pada hari pertama pekerja masuk bekerja, demikian makna ketentuan Pasal 168 ayat (1) dan ayat (2) UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. 

Namun karena ketidak-tahuannya, Muhlis Mohune diputuskan hubungan kerja oleh CV Sinar Migas Pratama dengan kualifikasi mengundurkan diri sejak tanggal 16 September 2014. Padahal Muhlis tidak dapat masuk bekerja karena mengalami sakit sejak tanggal 5 Mei 2014, dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan dokter. 

Menurut Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Gorontalo, seharusnya Muhlis menyerahkan bukti ketidakhadirannya berupa surat keterangan dokter pada saat perusahaan menyampaikan panggilan kerja tanggal 12 September 2014 atau pada tanggal 15 September 2014. 

Meskipun Muhlis mendalilkan dirinya sakit, dan telah dibuktikan dengan surat keterangan dokter selama 31 hari, terhitung sejak 1 Juli 2014 hingga 1 September 2014, yang kemudian diperpanjang selama 10 hari hingga 11 September 2014. Namun, setelah tanggal 11 September 2014, Muhlis tak kunjung hadir diperusahaan, sehingga perusahaan melakukan pemanggilan sebanyak 2 (dua) kali. 

Lebih lanjut, akibat dari tidak diserahkannya surat keterangan dokter oleh Muhlis, maka PHI Gorontalo berkesimpulan bahwa Muhlis telah di panggil 2 (dua) kali secara tertulis dan patut oleh perusahaan untuk bekerja kembali, namun Muhlis tidak datang tanpa alasan yang sah, sehingga Muhlis di PHK oleh perusahaan dengan alasan mangkir, karena dikualifikasikan mengundurkan diri. 

Terhadap fakta hukum tersebut, Majelis Hakim yang diketui oleh Abdullah Mahrur, S.H., M.H., menyatakan putus hubungan kerja antara Muhlis dengan CV Sinar Migas Pratama yang beralamat di Jl. HB Yasin, No. 357A, Kota Gorontalo, dan menyatakan Muhlis yang telah bekerja hampir 20 tahun hanya berhak atas uang penggantian hak sebesar Rp.3 juta ditambah dengan uang pisah sebesar 1 (satu) bulan upah, yaitu Rp.1.325 ribu. 

“Demikianlah diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Hakim pada hari Senin, 19 Januari 2015, yang diucapkan dalam persidangan yang terbuka untuk umum pada Rabu, 21 Januari 2015”, ujar Mahrur membacakan akhir dalam putusan perkara Nomor 22/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Gto. (***Jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *