Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
772

Meski Dituduh Melakukan Kesalahan Berat, PHI Putus PHK Efisiensi

Semarang | Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artha Guna Mandiri, digugat karyawannya sendiri, Johanes Kurniawan yang telah mulai disidangkan sejak bulan Oktober 2014 lalu, di Gedung Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah. KSP digugat lantaran memutuskan hubungan kerja Johanes secara sepihak terhitung mulai tanggal 7 November 2013.

Perkara pemutusan hubungan kerja yang diregister tanggal 26 Agustus 2014 dengan Nomor 27/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Smg itu, bermula terjadi karena adanya perampasan handphone milik Johanes oleh Nyauw Gunarto, Ketua KPS Artha Guna Mandiri, yang terjadi pada tanggal 13 September 2013, dan berbuntut pada pelaporan ke Kepolisian yang dilakukan oleh Johanes.

Johanes telah berusaha untuk mengklarifikasi pemutusan hubungan kerjanya, akan tetapi KSP Artha Guna Mandiri tidak dapat memberikan toleransi kepada Johanes, yang tidak dapat memenuhi kewajibannya bekerja di KSP, karena disebabkan Johanes harus menjalani proses pidana dari tindakan terdahulunya sebelum aktif bekerja di KSP.

Atas dasar itu, KSP meminta PHI Semarang untuk menyatakan tuntutan Johanes berupa uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai ayat (3) serta ayat (4) Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Terhadap dalil gugatan Johanes dan jawaban KSP, PHI Semarang berpendapat, bahwa PHK antara perusahaan dengan pekerja adalah PHK karena efisiensi, dan majelis juga memutuskan bahwa PHK tersebut terjadi sejak putusan dibacakan, sehingga dengan demikian pekerja berhak atas upah yang belum dibayarkan terhitung sejak bulan terakhir, dan upah selama proses sampai dengan putusan dibacakan, yaitu selama November 2013 sampai dengan bulan Februari 2015.

“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas gugatan Penggugat dikabulkan sebagian”, ujar Winarno, S.H., M.H., selaku Ketua Majelis Hakim membacakan putusan yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum, Selasa (3/2) lalu di Gedung PHI Semarang. KSP Artha Guna Mandiri dihukum untuk membayar upah selama tidak dipekerjakan terhitung sebesar Rp.24,4 juta, ditambah uang pesangon sebesar Rp.21 juta. (***Jm)

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Johanes Kurniawan Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Johanes Kurniawan
Guest
Johanes Kurniawan

Terkait KSP ARTHA GUNA MANDIRI. Owner KSP GUNA MANDIRI sudah dinyatakan sebagai TERSANGKA. Dan sekarang Telah Menjadi Buron Kepolisian.

NYAUW GUNARTO DPO KEPOLISIAN –> https://www.facebook.com/media/set/?set=a.1072842219407215&type=1&l=c1c074f1a1