Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
239

Pembayaran Upah Puluhan TKI ABK di Anggola Dijanjikan Juli

Jakarta | Sebanyak 30 (tiga puluh) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Anak Buah Kapal (ABK) yang terkatung-katung nasibnya di Anggola, sedikit demi sedikit mulai terlihat titik terang, setelah berulang kali di advokasi oleh Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) dari Jakarta, sejak Senin (30/3) lalu. 

Kini, para TKI ABK sedang menunggu salinan resmi berbahasa Indonesia draft surat kesepakatan. “Sebelum menandatangani surat perjanjian tersebut, kami akan membacanya dulu isinya, barangkali ada hal-hal yang merugikan kami maka harus direvisi”, ujar Nursalim, salahsatu koordinator TKI ABK yang terlantar di Anggola. 

Mariano selaku staff Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Namibia di bagian Protokol dan Konsuler, juga memberikan isi pada point kedua surat perjanjian tersebut, “intinya dalam kesepakatan kemarin pembayaran sisa gaji paling lambat dibayar bulan Mei sampai Juni, sekarang berubah menjadi bulan Juli”, papar Mariano. 

Sementara pihak PT Inter Burgo membagikan surat selebaran kosong yang harus diisi oleh para TKI ABK, berupa nomor, nama, pekerjaan, nomor telp, alamat email dan tanda-tangan yang harus diisi oleh para TKI. Nursalim mengaku tidak mengerti dengan tujuan PT Inter Burgo tersebut. 

Menurut juru bicara SPILN, Imam Syafii mengatakan, dirinya baru mendapat info perkembangan tersebut diatas, dan menyarankan kepada para ABK agar lebih berhati-hati dalam mengisi dan menandatangani apapun, lebih baik tanyakan kepada pihak PT Inter Burgo terkait selebaran tersebut untuk apa dan tujuannya apa. 

Imam menghimbau kepada para TKI agar menolak mengisi atau menandatangani apapun, sebelum surat perjanjian jelas dan diterima langsung oleh para ABK dalam tiga rangkap bahasa yaitu Inggris, Korea dan Indonesia. Jangan sampai tanda tangan di kertas kosong tersebut dimanfaatkan oleh PT Inter Burgo untuk mencari celah dalam mengambil keuntungan yang bisa merugikan nantinya. 

Imam menyarankan kepada Nursalim, agar menanyakan kepada pihak KBRI Namibia atas perintah pengisian data dan tanda tangan dalam surat selebaran kosong tersebut yang diinstruksikan oleh pihak Inter Burgo untuk diisi, tutur Imam. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of