Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
584

Pengusaha Enggan Bayar Pesangon, Mediasi Gagal

Kalimantan Tengah | Pegawai Mediator Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pro­vinsi Kaliman­tan­ Tengah, mnyatakan upaya penyelesaian konflik antara­ 29 buruh PT Archipelago Ti­mur Abadi (ATA) dengan pe­rusahaan, gagal. Kegagalan mediasi yang kedua ini, lantaran perusahaan eng­gan membayar uang pesangon sebesar Rp.409 juta yang menjadi tuntutan bu­ruh.

“Kami sudah sarankan agar pe­nyelesaian masalah ini cu­kup di Disnakertrans, tapi ka­rena tidak ada kesepakatan sehingga diselesai di penga­dil­an,” ucap Kepala Seksi Penyelesai­an Perselisihan Hubungan In­dustrial, Disnakertrans Kal­teng, Renal Sihombing, Jum­at (17/4) kemarin.

Menurutnya, Disnakertrans Kalteng bisa me­nerima alasan perusahaan yang tidak mau membayar uang pesangon itu. Sebab, berdasarkan keterangan yang selama ini disampaikan kepada Pegawai Mediator, adalah selama ini perusahaan­ tidak pernah mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja (PHK), apalagi perusahaan sebenarnya si­ap menerima kembali ke-29 buruh ter­sebut untuk bekerja.

“Tapi 29 buruh asal Nusa Te­nggara Timur itu tidak ing­in kembali bekerja dan tetap minta perusahaan membayar pe­sangon,” tambahnya. Di sinilah Disnakertrans Kalteng kesulitan untuk min­ta­ Perusahaan memenuhi ke­wajibannya. “Jadi kita tidak bisa berbuat­ apa-apa,” lanjutnya.

Para buruh tersebut, memang pernah menyampaikan masa­lah pembongkaran mess yang selama ini didiami oleh ke-29 buruh tersebut, tetapi hal itu telah dibantah pihak perusaha­an. Perusahaan berdalih jika pem­bongkaran mess itu dila­ku­kan untuk memperbaiki dan ke-29 buruh dipindah ke tem­pat yang permanen, tapi ta­waran perusahaan itu ju­ga d­itolak, ungkap Sihombing. (***bone/Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of