Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
344

Perkara Masih di-Tingkat Kasasi, Digugat Kembali

Yogyakarta | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Yogyakarta, untuk yang kedua kalinya menyatakan gugatan Ahmad Mustaqim dan Pitri Isdianto tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard). Demikian diputuskan dalam sidang yang dinyatakan terbuka untuk umum oleh Wuryanta, S.H., M.H., selaku Ketua Majelis Hakim PHI Yogyakarta, Senin (9/3/2015) lalu.

Gugatan tertanggal 24 Desember 2014 lalu itu, diregister oleh Kepaniteraan PHI Yogyakarta dengan Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Yyk. Ahmad Mustaqim dan Pitri Isdianto keberatan dengan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT Griya Asri Hidup Abadi sejak bulan April 2014.

Alasan Majelis Hakim PHI Yogyakarta yang menyatakan tidak dapat menerima gugatan kedua pekerja tersebut, didasarkan karena obyek dan subyek gugatan dalam perkara Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Yyk sama dengan gugatan dalam perkara Nomor 6/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Yyk, yang kini masih diperiksa dalam tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Berdasarkan surat yang dibuat dan ditandatangani Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung, Direktur Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata Nomor : 70/Dju.4/HK.02/22.KP/PHI/I/2015 tanggal 19 Januari 2015, yang intinya adalah memberitahukan kepada PHI Yogyakarta, bahwa berkas permohonan kasasi atas putusan PHI Yogyakarta Nomor 6/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Yyk telah diterima Mahkamah Agung.

Atas hal itulah, Majelis Hakim PHI Yogyakarta menyatakan pantang dan larangan bagi Majelis Hakim memeriksa perkara Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Yyk, yang dikualifikasi sebagai perkara yang sama dan kini masih bergantung atau masih dalam proses peradilan, yang belum ada putusan yang mempunyai kekuatan hukum pasti (exceptie van litispendentie).

Seperti diberitakan buruhonline.com sebelumnya, gugatan Ahmad Mustaqim dan Pitri Isdianto yang diregister dengan perkara Nomor 6/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Yyk, telah dinyatakan tidak dapat diterima, (24/11/2014) oleh PHI Yogyakarta, yang diajukan kasasi ke Mahkamah Agung tanggal 10 Desember 2014. (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of