Sabtu, 20 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
4

Perusahaan di Gunung Kidul, Rata-Rata Belum Jalankan UMK

Gunung Kidul | Mayoritas perusahaan di Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta, belum memberikan upah minimum kabupaten (UMK) Tahun 2015 sebesar Rp1.108.249 kepada karyawannya. “Ribuan karyawan di Gunung Kidul belum menerima gaji sesuai dengan upah minimum kabupaten,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Agustinus Pad Madyana, Sabtu (18/4) kemarin.

Ia mengatakan pada Tahun 2014 hanya dua perusahaan yang mampu memberikan gaji sesuai dengan UMK. “Khusus di Gunung Kidul, dari ratusan perusahaan yang ada, hanya ada dua perusahaan yang mampu membayar gaji buruh sesuai UMK,” katanya.

Pad Madyana mengatakan, selama ini di Gunung Kidul sebagian besar perusahaan membayar karyawan sesuai dengan kesepakatan. Menurut dia, sebaiknya perusahaan dan buruh berkoordinasi untuk menyamakan persepsi besaran upah. “Meski perusahaan tidak membayar gaji sesuai UMK, tidak dikenai sanksi administrasi,” kata dia.

Namun Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunung Kidul, Sri Sarimukti mengatakan, di wilayahnya ada sebanyak 179 perusahan, namun belum ada yang melaporkan penangguhan gaji.

“Dari jumlah tersebut tidak ada satu pun perusahaan yang mengajukan surat penangguhan gaji sesuai UMK,” katanya. Dengan demikian, pihaknya menilai seluruh perusahaan sudah memenuhi kewajibannya membayar gaji buruh sesuai dengan UMK.

“Sejauh ini belum ada satupun keluhan dari buruh jika memang perusahaan dimana tempat bekerja tidak mengindahkan besaran kenaikan UMK,” kata Sri. (***bis/Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of