Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
5

Perusahaan Minyak Gas Bumi di-Kalimantan, Digugat di-Jakarta

Kutai Kartanegara | Gugatan Johannis R Dethan terhadap PT Vico Indonesia di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard). PHI menerima eksepsi yang diajukan oleh perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut, lantaran tempat Johannis bekerja adalah di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Meskipun perusahaan yang bergerak dibidang minyak dan gas bumi itu, berkantor pusat di Wisma Mulia, Jl. Jend. Gatot Soebroto No. 42, Jakarta, tetapi berdasarkan ketentuan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, gugatan hanya dapat diajukan pada PHI yang daerah hukumnya meliputi tempat pekerja bekerja.

Dalam putusan selanya yang juga menjadi putusan akhir, dengan perkara Nomor 211/PHI.G/2013/PN.Jkt.Pst tanggal 24 Maret 2014, PHI Jakarta Pusat menyatakan dirinya secara relatif tidak berwenang untuk memeriksa, mengadili dan memutus gugatan Johannis, yang menuntut perusahaan pemasok energy gas bumi dari Indonesia ke Korea, Taiwan dan Jepang itu, untuk membayar ganti kerugian sebesar lebih dari Rp.42 Miliar.

Tak puas dengan Putusan PHI Jakarta Pusat, Johannis mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 10 April 2014, sebagaimana ternyata dari Akta Pernyataan Permohonan Kasasi Nomor 43/Srt.KAS/PHI/ 2014/PN.JKT.PST., yang disertai dengan memori kasasi tanggal 23 April 2014.

Akan tetapi, Mahkamah Agung berpendapat sama dengan PHI Jakarta Pusat. Dalam putusannya Nomor 500 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 7 Januari 2015, MA menyatakan PHI Jakarta Pusat tidak berwenang memeriksa, mengadili dan memutus perkara yang diajukan oleh Johannis. (***Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of