Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
641

PHI Surabaya Kabulkan Perlawanan Obyek Sita Pihak Ketiga

Surabaya | Lika liku mendapatkan keadilan dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), terus diperjuangkan oleh Eddy Susanto. Gugatan Eddy terhadap Sudjana Hadi selaku Pemilik Seiko Showroom, yang diregister dengan perkara Nomor 220/G/2011/PHI.Sby, dikabulkan sebagian oleh PHI Surabaya pada 4 April 2012 dengan menghukum Seiko Showroom untuk membayar upah dan biaya pengobatan sebesar hampir Rp.60 juta. 

Karena tak sesuai dengan tuntutan dalam surat gugatannya, Eddy yang diwakili istrinya, Lingga Wulandari mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung. Alhasil, MA dalam putusannya Nomor 613 K/Pdt.Sus-PHI/2012 mengabulkan permohonan kasasinya, dan mengubah Putusan PHI Surabaya, dengan amar menyatakan hubungan kerja Eddy dengan Seiko Showroom berakhir sejak Januari 2009. Dan menghukum Seiko Showroom untuk membayar uang pesangon sebesar Rp.131 juta. 

Berbekal putusan Mahkamah Agung, Lingga bertindak sebagai Pengampu suaminya, mengajukan permohonan sita eksekusi ke PHI Surabaya, yang kemudian berdasarkan Berita Acara Sita Eksekusi No. 26/Eks/2013/PHI.Sby tanggal 2 Desember 2013, menetapkan obyek sita eksekusi berupa jam tangan merk seiko sebanyak 100 (seratus) buah, jam tangan merk seiko yang ada tulisan huruf dan nomor pada label harga adalah : SPB017 = 1 buah, SPB023 = 1 buah, SPS009 = 1 buah, SRQ013 = 1 buah, SBGR001 = 1 buah, SAEH003 = 1 buah, SBGR017 = 1 buah. 

Namun, langkah Lingga untuk mengajukan lelang (penjualan) terhadap obyek sita eksekusi, mendapatkan perlawanan dari pihak ketiga (derden verzet). PT Asia Jaya Indah mengajukan gugatan perlawanan ke PHI Surabaya pada tanggal 3 September 2014, yang diregister dengan perkara Nomor 220/Plw/2011/PHI.Sby. Dalam gugatan perlawanannya, Asia Jaya keberatan dengan penetapan obyek sita atas jam tangan merk seiko, karena obyek sita tersebut merupakan miliknya, bukan milik Sudjana Hadi selaku Pemilik Seiko Showroom. 

Asia Jaya mendasarkan gugatan perlawanannya, pada ketentuan Pasal 195 ayat (6) HIR jo. Pasal 207 HIR jo. Pasal 208 HIR, dan berdasarkan Buku II Mahkamah Agung pada halaman 145, yang disebutkan bahwa : Perlawanan Pihak Ketiga terhadap sita jaminan maupun sita eksekusi dapat diajukukan berdasarkan ketentuan Pasal 195 ayat (6) HIR jo. Pasal 206 ayat (6) Rbg. 

Terhadap gugatan perlawanan tersebut, PHI Surabaya berpendapat, bahwa berdasarkan bukti surat Pelawan, dan keterangan saksi Pelawan dan saksi Terlawan Tersita, yang menerangkan jam tangan yang ada di Seiko Showroom d/a Jl. Tunjungan No. 98-100, Surabaya, adalah milik PT Asia Jaya Indah, sedangkan Seiko Showroom hanya dititipi saja. Dengan demikian, maka Majelis Hakim yang dipimpin oleh Wahyono, S.H., berpendapat Pelawan adalah pelawan yang benar dan pemilik sah menurut hukum, atas obyek yang disengketakan, yakni jam merk seiko dan jam merk alba maka gugatan Pelawan dinyatakan dikabulkan. 

“Memerintahkan untuk mengangkat kembali sita eksekusi tanggal 02 Desember 2013 sebagaimana Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya tanggal 7 Nopember 2013 Nomor : 26/Eks/2013/PHI.Sby. jo. Nomor : 613K/Pdt.Sus/2012”, ujar Wahyono membacakan amar putusan yang diucapkan dalam persidangan terbuka untuk umum, Rabu, 28 Januari 2015 lalu, yang tanpa dihadiri oleh Eddy Susanto maupun istrinya, Lingga Wulandari. (***Hz)

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Abdul Akbar Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Abdul Akbar
Guest
Abdul Akbar

Kalau saya jadi advokatny, saya akan eksepsi absolutn Itu, Karen Perlawanan pihak ketiga bukan kewenangan PHI.