Selasa, 15 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
19

PKPU Jaba Garmindo Buntu, Buruh dan Kreditur Kuasai Asset

Jakarta | Proposal perdamaian yang diajukan oleh PT Jaba Garmindo pada Rapat Kreditur, Selasa (21/4) kemarin, ditolak oleh enam kreditur dari delapan kreditur. Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Jaba Garmindo, M. Prasetio, mengatakan para kreditur juga tidak menerima permohonan perpanjangan masa restrukturisasi utang yang diajukan debitur. Padahal, perpanjangan tersebut bertujuan untuk memantapkan negosiasi dengan calon investor.

Dalam rapat kreditur, kuasa hukum debitur Ibrahim Senen mengatakan usulan proposal perdamaiannya merupakan yang terakhir. Semua usulan komersial yang sesuai kemampuan sudah ditawarkan kepada kreditur. “Sudah tidak ada lagi yang bisa diusulkan,” kata Ibrahim dalam rapat kreditur.

Kondisi demikian, membuat 1.600 buruh makin khawatir kehilangan haknya, baik atas upah maupun uang pesangon, jika betul-betul terjadi pailit terhadap perusahaan yang telah beroperasi sejak tahun 1983 itu. Menurut Kuasa Hukum para buruh melalui sambungan telepon, Iskandar Zulkarnaen, pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah preventif untuk menyelamatkan hak buruh, diantaranya menjaga asset perusahaan yang berada di Tangerang dan Cirebon.

Sedangkan, kreditur lainnya yaitu diantaranya Shima Seiki MFG. Ltd., meminta seluruh pihak untuk tidak membeli, menjual, memindahkan atau menjaminkan 13 mesin yang diakui miliknya, yang kini berada di lingkungan PT Jaba Garmindo. Hal tersebut diumumkan secara resmi oleh Kuasa Hukumnya dari Kantor Hukum SSEK Law Firm dan James Purba & Partners, Selasa (21/4) kemarin di Harian Kompas, Halaman 30.

Sebagai informasi, PT Jaba Garmindo diajukan pailit oleh PT Bank CIMB Niaga dan PT Bank UOB Indonesia, di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diregister dengan perkara Nomor 04/Pdt.Sus-PKPU/2015/PN.Niaga.Jkt.Pst. (***Jar)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of