Type to search

Tak Bekerja Setelah Penangguhan Penahanan, PHI Menangkan Buruh

Share

Gorontalo | Meski Rahmad Lasido dan Ramkun Masaudi ditahan selama 11 hari atas dugaan tindak pidana oleh Polres Kota Gorontalo sejak 11 Oktober 2014, namun Senin (9/3/2015) Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Gorontalo dalam Putusan Nomor 2/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Gto dan Nomor 3/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Gto, mengabulkan sebagian gugatannya terhadap UD Super Top.

Keduanya dilaporkan ke Polisi dan tidak lagi diperbolehkan bekerja, setelah tidak dapat memberikan jaminan surat berharga berupa sertifikat tanah, karena perusahaan menganggap kedua pekerja tersebut telah dengan sengaja mengeluarkan produk milik perusahaan dari gudang penyimpanan ke mobil pengiriman senilai lebih dari Rp.10 juta yang tidak dipesan oleh pembeli.

Namun penahanan terhadap keduanya ditangguhkan oleh Mapolres atau dapat dikatakan bebas bersyarat, akan tetapi kedua pekerja tidak dipanggil bekerja kembali oleh perusahaan untuk melaksanakan kewajibannya.

Menurut PHI Gorontalo, dengan membiarkan kedua pekerja dalam keresahan, dan ketidakpastian baik status maupun pembayaran upahnya dengan maksud menunggu proses hukum dalam perkara pidana selesai, atau mengkondisikan agar kedua pekerja mengundurkan diri, dengan tujuan supaya perusahaan terhindar dari kewajiban tertentu yang telah ditetapkan oleh Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

PHI Gorontalo berpendapat terhadap tuntutan kedua pekerja yang meminta dinyatakan putus hubungan kerjanya, patut untuk dikabulkan sebagian dan sekaligus menghukum perusahaan yang beralamat di Jl. Gelatik No. 88, Kota Gorontalo tersebut, untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) UU Ketenagakerjaan, yaitu untuk Rahmad Lasido sebesar lebih dari Rp.18 juta, dan Ramkun Masaudi sebesar Rp.29,6 juta. (***Jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *