Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
351

Tak Memakai Seragam Kerja, di-Mutasi Hingga PHK

Sidoarjo | Yeni Ugik Febrianti terhitung sejak 26 September 2014, di-skorsing selama menunggu penetapan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), sesuai surat skorsing Nomor : 002/SKRS/BMKU/IX/2014, yang diterbitkan oleh PT Barokah Mitra Karya Unggul.

Dalam persidangan yang digelar PHI Surabaya sejak 11 Februari 2015, terdapat fakta hukum bahwa pada tanggal 4 Juni 2014, Yeni tidak menggunakan seragam beserta topi kerja yang langsung mendapatkan Surat Peringatan Kesatu. Dua hari setelahnya, Yeni dimutasikan ke group leader.

Selang sebulan, tepatnya tanggal 3 Juli 2014, Yeni dimutasikan kebagian pencucian dan sekaligus diberikan Surat Peringatan Ketiga. Lalu, Yeni kembali dimutasikan per-30 Agustus 2014, tetapi kali ini ditolak oleh Yeni. Penolakan Yeni berbuntut pada gugatan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diajukan perusahaan tanggal 12 Januari 2015 di PHI Surabaya, yang diregister dengan perkara Nomor 06/G/2015/PHI.Sby.

Perusahaan yang berkedudukan di Jl. Raya Pandaan – Bangil, Km. 5, Baujeng, Beji, Pasuruan tersebut, meminta PHI Surabaya memutus PHK tanpa kewajiban apapun, meskipun Yeni telah bekerja sejak 3 April 2000.

Menanggapi gugatan perusahaan yang merupakan mitra pelintingan rokok PT HM Sampoerna, PHI Surabaya berpendapat, bahwa penolakan mutasi yang dilakukan oleh Yeni seharusnya diperselisihkan melalui mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Sehingga dengan demikian, Yeni dapat diputuskan hubungan kerja sesuai dengan Pasal 161 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Dalam putusan yang dibacakan dalam sidang yang terbuka untuk umum, Rabu (8/4/2015), Ketua Majelis Hakim PHI Surabaya, Wahyono, S.H., menghukum perusahaan selaku Penggugat untuk membayar uang kompensasi PHK terhadap Yeni sebesar Rp.37,8 juta. (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of