Type to search

Tak Terima di-PHK Dengan SMS, PHI Menangkan Buruh

Share

Barito Selatan | PT Indoraya Megah Tehnik terhitung sejak tanggal 15 Januari 2014, memberitahukan maksud pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Sunar Junaidi, yang bekerja pada bagian accounting dengan upah sebulan sebesar Rp.15 juta, demikian sebagian dari dalil gugatan Sunar melalui surat gugatan yang didaftar di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Palangkaraya tanggal 29 Agustus 2014, yang diregister Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Plk.

Sunar menjelaskan, bahwa dirinya telah pernah bekerja dan mengundurkan diri pada 6 Juni 2013. Lalu bekerja lagi sejak tanggal 29 September 2013, yang kemudian di-PHK melalui Short Message Service (SMS) pada awal tahun 2014.

Tak terima di-PHK melalui SMS, Sunar mengajukan tuntutan ke PHI Palangkaraya terhadap perusahaan yang berkedudukan di Jl. Simpang Empat Bangaris, Km.1, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Dalam gugatannya, Sunar menuntut uang pesangon sebesar Rp.200,6 juta.

Terhadap fakta tersebut, Majelis Hakim PHI Palangkaraya tidak menemukan bukti adanya surat peringatan, juga tidak ada surat PHK yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada pekerja. Namun dengan adanya tuntutan uang pesangon, maka tidak ada lagi keharmonisan hubungan kerja antara pekerja dengan pengusaha.

Dengan demikian, Majelis Hakim yang diketuai oleh Tornado Edmawan, S.H., M.H., Rabu (25/2/2015), menghukum perusahaan untuk membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, beserta upah proses selama 6 (enam) bulan, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.168,8 juta. (***Jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *