Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
342

TKI ABK Yang Terlantar di Angola, Mulai Dipulangkan

Jakarta | Karso, salah seorang dari 26 (dua puluh enam) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Anak Buah Kapal (ABK) yang terlantar di Angola, dikabarkan telah dipulangkan ke Indonesia, Sabtu (4/4) kemarin. Karso diberangkat ke Angola melalui PT Indah Megah Sari (IMS), beralamat di Jl. Swadaya Raya kav.DKI Blok A, No.15, Duren Sawit, Jakarta Timur. 

“Masa kerja Karso diketahui baru 14 bulan, dan kini sedang mengalami sakit hernia”, tutur Nursalim kepada buruhonline.com. Lanjut Nursalim, rincian sisa gaji yang didapat Karso selama 14 bulan adalah 4.630 U$D, namun yang dibayar oleh pihak Inter Burgo ternyata hanya 1.400 U$D dan sisanya dibayar setelah tiba di Indonesia. 

Mengetahui hal tersebut, Nursalim marah karena pihak Inter Burgo sudah melanggar kesepakatan/perjanjian yang telah dibuatnya sendiri pada saat menemui para TKI ABK di diatas kapal bersama Tim dari KBRI Namibia. Saat itu pihak Inter Burgo mengatakan sanggup membayar sisa gaji setengah dulu saat ABK pulang dan setengahnya lagi setibanya di Indonesia pada bulan Juni. 

Menanggapi informasi tersebut, Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) melalui juru bicaranya Imam Syafii mengatakan, “Kami akan menjemput Karso di bandara dan kemudian langsung membawanya ke instansi-instansi terkait, agar permasalahan TKI ABK mendapatkan bantuan dari pemerintah, terlebih soal gaji yang belum dibayar semua dan sekaligus meminta kepada Kementrian Luar Negeri untuk menghubungi KBRI Namibia, guna menanyakan dan meminta penjelasan kepada perusahaan Inter Burgo yang telah mengingkari kesepakatan. 

Untuk diketahui, bahwa ke 26 TKI ABK yang kini terlantar di Angola tersebut, rata-rata memiliki Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) yang diterbitkan oleh Badan nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Namun, hingga kini Pemerintah belum menunjukkan keseriusan dalam memulangkan ke 26 TKI ABK tersebut. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of