Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
490

Tuntut Kerja Kembali, PHI Malah Putus PHK Disharmoni

Pasuruan | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, menyatakan putus hubungan kerja antara Juma’ati dengan PT Karya Guna Ekatama, Senin (23/3) lalu. PHI Surabaya berpendapat, hubungan kerja sudah tidak lagi dapat dipertahankan seperti yang diinginkan oleh Juma’ati, karena perusahaan menyatakan menolak anjuran kerja kembali oleh mediasi.

PHI Surabaya dalam putusannya Nomor 118/G/2014/PN.Sby., sebagai akibat PHK yang dikualifikasi disharmoni, PHI juga turut menetapkan kompensasi uang pesangon yang harus diterima oleh Juma’ati sebesar Rp.71,4 juta, dan upah selama tidak dipekerjakan sejak bulan Januari 2014 hingga Maret 2015, sebesar Rp.36,5 juta.

Putusan PHI Surabaya tidak sesuai dengan tuntutan Juma’ati, yang menginginkan untuk tetap dipekerjakan kembali pada bagian semula yaitu bagian croscard. Sebab menurut Juma’ati dalam surat gugatannya tanggal 28 Oktober 2014, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT Karya Guna Ekatama terhadap dirinya, tanpa disertai dengan penetapan dari lembaga penyelesaian perseliishan hubungan industrial.

PHK yang dilakukan tanpa penetapan dari lembaga, maka PHK tersebut harus dinyatakan batal demi hukum, dan terhadap pengusaha diwajibkan untuk mempekerjakan kembali pekerja, serta pembayaran upah selama tidak dipekerjakan, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 170 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Alasan perusahaan yang berkedudukan di Jalan Bintoro Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan itu, memutuskan hubungan kerja dengan Juma’ati, karena dianggap melakukan mogok kerja, yang senyatanya tidak dapat dibuktikan dalam sedang acara pembuktian di PHI Surabaya. (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of