Minggu, 15 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
308

3 Tahun Tak Digaji, ABK Korban Perbudakan Dijadikan Korban Proposal

Jakarta | Sudah jatuh tertimpa tangga, kondisi tersebut menimpa para TKI ABK yang selama tiga tahun menjadi korban perbudakan penelantaran dan perdagangan orang diatas kapal sebagai pelaut di luar negeri dengan tidak menerima gaji, dan kini justru dijadikan korban proposal. Sebut saja, Budi pemuda asal Pati Jawa Tengah, awalnya ia memilih mengadu nasib ke luar negeri menjadi seorang pelaut di kapal penangkap ikan, dengan harapan bisa membantu merubah kondisi perekonomian keluarga yang sulit di dalam negeri. 

 “Pada 4 Desember 2012 lalu, hari dimana saya pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Air tercinta setelah tiga tahun di perbudak di kapal asing tanpa di gaji,” tutur Budi dengan raut wajahnya yang sangat terpukul. Dirinya bercerita saat menjadi pelaut di luar negeri tanpa digaji, dipulangkan dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), karena perusahaan pengirim di Indonesia tidak bertanggungjawab dan perusahaan pemilik/owner kapal di Taiwan di kabarkan bangkrut.  

Lebiha lanjut Budi juga mengisahkan kejadian setelah dirinya tiba di Indonesia bersama delapan orang temannya, yang kemudian dibawa oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional yang membidangi kasus – kasus perdagangan orang, ke Ruang Pemulihan Trauma Center (RPTC) di kawasan Bambu Apus, Jakarta. Selanjutnya, Budi dan kawan-kawan di bawa ke kantor LSM lokal tersebut disalah satu daerah di Jakarta.  

Budi dijanjikan akan di bantu semaksimal mungkin, agar hak gaji yang tidak di bayar bisa terbayar. Selain itu, Budi juga di janjikan program bantuan re-Integrasi sambil menunggu proses hukum terkait gaji yang belum di bayar sedang berjalan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Bantuan re-integrasi tersebut berupa program ternak ayam petelor. Dan Budi sepakat untuk mengajukan 3000 ekor ayam beserta fasilitas kandang dan sebagainya.  

Setelah semua proposal dan dokumen pendukung lain di serahkan, satu bulan kemudian Budi dithubungi dan diberikan ayam petelor yang diajukan sebanyak 2000 ekor saja. Selang beberapa bulan Budi kembali di hubungi dan di suruh menyediakan kwitansi kosong seperti, Hotel, Restoran, Toko Bangunan, Tengkulak ayam, dan Umpan ayam. Serta Budi juga di suruh mem-foto kandang ayam.  

Sebagai informasi, Budi merupakah salah satu dari 203 Pelaut yang menjadi korban perbudakan dan perdagangan orang yang sempat ditelantarkan di perairan Trinidad and Tobago selama 6 bulan tanpa bahan makanan dan hingga kini kasusnya belum bisa diselesaikan oleh pemerintah Indonesia. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of