Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
317

Apindo: Jaminan Pensiun Untuk Pekerja Penerima Upah 5 Juta

Bandung | Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dalam Konvensi Hubungan Industrial Indonesia ke-3 Tahun 2015 Sistem Jaminan Sosial Nasional Ketenagakerjaan-Jaminan Pensiun, Jum’at (8/5) lalu di Bandung, Jawa Barat, mengeluarkan 4 (empat) poin rekomendasi. 

Kalangan dunia usaha yang diwakili Apindo itu, mengingatkan pemerintah agar besaran iuran jaminan pensiun rasional, berkadilan, dan berdaya saing. Dengan demikian, program jaminan pensiun yang akan diberlakukan mulai 1 Juli 2015 itu dapat dijangkau seluruh peserta umum. 

Apindo berharap, rekomendasi itu menjadi masukan bagi pemerintah sebelum menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Jaminan Pensiun. Salah satu rekomendasi Apindo adalah  iuran jaminan pensiun dimulai dari besaran premi 1,5%, dan meningkat 0,3% setiap tiga tahun sekali. 

Batasan penghasilan yang dikenai iuran jaminan pensiun diusulkan Apindo, mulai dari upah yang diterima setiap pekerja adalah Rp.5 juta perbulan, dan meningkat secara periodik berdasarkan parameter tertentu. Selain itu, Apindo juga mengusulkan batas usia pensiun adalah 56 tahun, yang harus ditinjau ulang setiap 3 tahun sekali. 

“Rekomendasi ini segera dikirim ke pemerintah ataupun pemangku kepentingan. Diharapkan, program jaminan pensiun ini dapat dilaksanakan dengan praktik terbaik,” kata Ketua Sidang Konvensi M Aditya Warman. 

Apindo menolak rencana pemerintah dalam rancangan PP dengan menetapkan iuran sebesar 8 persen, yang wajib dibayar pemberi kerja 5 persen dan 3 persen dari pekerja. 

Bagi pengusaha, iuran sebesar itu sangat memberatkan. Apalagi, jika perusahaan sudah mengikuti program dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) ataupun dana pensiun pemberi kerja (DPPK). (***Kom)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of