Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
336

Chairul Tanjung Digugat Warga Negara Belanda, MA Putus Tolak

Ilustrasi.

95pengadilanJakarta | Chairul Tanjung yang dalam kedudukannya mewakili PT CT Corpora selaku Direktur Utama digugat Roelof Ypo Kranenburg, yang berkewarganegaraan Belanda dan bekerja sebagai Manager Cards Bussines sejak Juli 2012. Selain CT Corpora, Roelof juga mendudukkan PT Mega Corpora sebagai Turut Tergugat di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Roelof keberatan dengan pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan pada bulan Juni 2013, karena dirinya diperjanjikan bekerja selama 3 (tiga) tahun sesuai dengan Pasal 13 Perjanjian Kerja yang telah ditanda-tangani kedua belah pihak. Sehingga atas pengakhiran tersebut, Roelof mengajukan tuntutan berupa kompensasi sebesar US$200 ribu, Bonus sebesar US$100 ribu, Tunjangan Perumahan dan Biaya Anak Sekolah US$39.610, serta upah selama tidak dipekerjakan sebesar US$166.666. 

Terhadap gugatan Roelof, PHI Jakarta Pusat dalam putusannya Nomor 30/PHI.G/2014/PN.Jkt.Pst tanggal 26 Mei 2014, menyatakan gugatan Roelof tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard). PHI Jakarta Pusat berpendapat, bukti anjuran dan risalah mediasi yang diajukan oleh Roelof sebagai Penggugat, ternyata hanya ditujukan kepada Roelof sebagai Pemohon dan PT CT Copora sebagai Termohon. 

Sedangkan menurut PHI, dalam surat gugatannya, Roelof juga menarik PT Mega Corpora sebagai Turut Tergugat. Sehingga, PHI menilai surat gugatan Roelof tidak memenuhi syarat formil sebagai gugatan perselisihan hubungan industrial, seperti yang disyaratkan oleh Undang-Undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Nomor 2 Tahun 2004. 

Tak terima dengan Putusan PHI, Roelof mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 13 Juni 2014, sebagaimana ternyata dari Akta Pernyataan Permohonan Kasasi Nomor 58/Srt.KAS/PHI/ 2014/PN.JKT.PST. yang diikuti dengan memori kasasi tanggal 26 Juni 2014. 

Akan tetapi, MA berpendapat sama dengan PHI Jakarta Pusat. Dalam pertimbangan hukumnya yang tertuang dalam Putusan Nomor 570 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 7 Januari 2015, MA juga menilai gugatan Roelof tidak memenuhi syarat formil sebagaimana diatur dalam Pasal 83 ayat (1) UU PPHI, yang mengatur syarat pengajuan gugatan harus melampirkan risalah mediasi. Sehingga, MA menyatakan permohonan kasasi Roelof ditolak seluruhnya. (***Tk)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of