Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
385

Gugatan Kerja Kembali Ditolak, PHI Putus PHK Tanpa Pesangon

Bandung | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/5) lalu, menolak tuntutan bekerja kembali yang diajukan oleh Yohanes Kristiawan dan Herry Kurniawan. Dalam amar putusannya, PHI Bandung menyatakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT Srirejeki Perdana Steel, sah menurut hukum. 

PHI Bandung menyatakan putus hubungan kerja keduanya terhitung sejak tanggal 31 Mei 2014, dengan alasan telah melakukan pelanggaran berat yang diatur dalam ketentuan Pasal 40 huruf e dan p Peraturan Perusahaan. Sebagai pihak digugat, perusahaan memutuskan mengakhiri hubungan kerja dengan kedua pekerjanya itu, setelah keduanya pada tanggal 31 Oktober 2013 memberikan instruksi kepada seluruh pekerja untuk mematikan mesin yang berakibat terhentinya proses produksi. 

Dalam replik yang disampaikan oleh pihak perusahaan, terhadap adanya kegiatan mogok nasional yang akan diadakan oleh para pekerja, perusahaan telah mengijinkan 50% dari jumlah seluruh pekerja untuk hadir dalam acara tersebut. Namun, faktanya kedua pekerja memberikan perintah kepada seluruh pekerja untuk meninggalkan pekerjaan, dan turut serta dalam mogok nasional. 

Atas kejadian tersebut, pada tanggal 15 November 2013 perusahaan yang berkedudukan di Kp. Gombong, Rt.002, Rw.05, Kel. Pasir Gombong, Kec.Cikarang Utara, Kab. Bekasi itu, memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja Yohanes Kristiawan dan Herry Kurniawan. Karena tidak menghasilkan kesepakatan dalam upaya musyawarah, maupun sidang mediasi di Dinas Tenaga Kerja setempat, akhirnya perselisihan tersebut diajukan ke pengadilan. 

Gugatan yang didaftarkan oleh Yohanes Kristiawan dan Herry Kurniawan pada tanggal 21 Januari 2015 tersebut, diregister dengan perkara Nomor 18/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg. Namun keinginan keduanya untuk dapat bekerja kembali, ditolak Majelis Hakim PHI Bandung yang diketuai oleh Wasdi Permana, SH.,MH. Keduanya hanya diberikan uang pisah sebesar Rp.33,8 juta, tanpa upah proses. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of