Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
276

Kecewa Pelayanan BNP2TKI, SPILN Akan Adukan ke Kemenaker

Jakarta | Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) menyesalkan kinerja dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terkait penanganan terhadap terlantarnya 26 Anak Buah Kapal (ABK) di perairan Luanda Afrika.

“Kami mengadukan kasus tersebut sejak pertama kali terjadi, tapi kenapa baru kemarin BNP2TKI memanggil para pihak perusahaan pengirim dan hasilnya pun tidak jelas serta merugikan pihak ABK pastinya,” ujar Bambang Suherman Satuan Tugas SPILN.

Dari informasi yang diterima SPILN dari Angola, hari ini ada 9 ABK yang dipulangkan dan diperkirakan akan tiba di Indonesia pada tanggal 4 mei, diantaranya, Nursalim, Kardomo, Kadiman, Abdul Rokman, Sopandi, Mukmin, Muhari, Mashudi dan Tarma. Sedangkan yang masih diatas kapal diketahui masih ada 11 orang diantaranya, Joni Harahap, Wantoro, Ramedhon, Rokman, Ata, Muhidin, M. Sutarno, Nur Rokman, Jamalludin, Siswanto dan Masudi bin Suyadi yang terkena Ambeiyen.

Senada dengan pernyataan SPILN, Anie yang merupakan salah satu staf perwakilan pemerintah di Madrid mengatakan, “Permasalahan ABK Indonesia di luar negeri belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, sedangkan sudah jelas terbukti bahwa banyak ABK kita diluar sana menjadi korban perbudakan, dan salah satunya yang terjadi di Angola, instansi terkait permasalahan ini belum ada ketegasan untuk menindak para perusahaan pengirim ABK,” ujar Anie ketika menghubungi SPILN via telepon, Jum’at (1/5).

Menurut Bambang, dirinya berencana akan mengadukan permasalahan ini ke Kementerian Ketenagakerjaan, agar kasus tersebut mendapat perhatian khusus, karena BNP2TKI dinilai tidak serius terhadap permasalahan ABK. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of