Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
362

Mayday 2015: KSPI Serukan Penghentian Keserakahan Korporasi

15satuharapancomJakarta | Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (International Trade Union Confederation) menyerukan kepada pengusaha untuk menghentikan keserakahan korporasi, demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal ITUC Sharan Burrow, yang juga mengatakan perjuangan serikat pekerja di Indonesia sangat inspirasional dan bisa menjadi contoh bagi serikat pekerja di negara-negara lain.

“Serikat pekerja di Indonesia fantastis. Mereka telah berhasil melakukan banyak perubahan. Namun, kita tetap perlu melawan keserakahan korporasi dan ketidakadilan,” kata Sharan Burrow di Jakarta, Kamis (30/4).

Karena itu, pada peringatan Hari Buruh Internasional, yang dikenal dengan Mayday pada Jumat (1/5), Sharan akan ikut bersama elemen-elemen buruh Indonesia. Menurut dia, peringatan Mayday sangat penting untuk mengkampanyekan penghentian keserakahan korporasi secara global.

Sharan juga menyoroti perjuangan serikat pekerja perempuan di Indonesia. Menurut dia, serikat pekerja perempuan Indonesia sangat kuat dalam memperjuangkan hak-haknya. “Perempuan-perempuan inilah yang akan bisa mengubah Indonesia,” ujarnya.

Sejalan dengan isu global yang digadang-gadangkan oleh ITUC, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, agenda buruh Indonesia pada Mayday 2015 sejalan dengan tema yang diusung ITUC, yaitu hentikan keserakahan korporasi. “KSPI menolak kebijakan upah murah, misalnya rencana menaikkan upah lima tahun sekali. Jangan mengulangi era Soeharto, di mana pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi kesenjangan melebar,” tuturnya.

Iqbal mengatakan ITUC merupakan konfederasi serikat pekerja dunia yang membawahi 157 negara dengan anggota lebih dari 200 juta. ITUC juga duduk di lembaga Organisasi Buruh Internasional (ILO) sehingga setiap anggotanya akan mendapat manfaat.

Selain Iqbal, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia, Mirah Sumirat menambahkan kehadiran perwakilan ITUC ke Indonesia, memiliki arti penting untuk ikut mengkampanyekan agenda internasional. “Dengan kehadirannya, berarti ada dukungan internasional untuk gerakan buruh di Indonesia,” ujarnya. (***Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of