Selasa, 16 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
582

Meskipun Perusahaan Baru Berdiri, PHI Nyatakan Kontrak Tidak Sah

Ilustrasi.

89images (2)Surabaya | Melalui Putusan Nomor 90/G/2014/PHI.Sby tanggal 9 Februari 2015, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, mengabulkan sebagian gugatan pemutusan hubungan kerja yang diajukan oleh Hari Sabdo Winedar, dkk (4 orang), terhadap PT Focon Interlite. Pengajuan gugatan, lantaran Hari, dkk diputuskan hubungan kerja dengan alasan perjanjian kontrak kerja telah berakhir sejak tanggal 30 Nopember 2013. 

Hari dan kawan-kawan lainnya yang rata-rata telah bekerja sejak tahun 2012, memprotes tindakan perusahaan, dan menuntut perusahaan yang berada di Jalan Raya Gempol-Mojokerto, KM. 3, Desa Carat, Kec. Gempol, Kab. Pasuruan itu, membayar uang pesangon sebesar Rp.40,2 juta, dan upah selama tidak dipekerjakan sejak bulan Desember 2013 hingga Juli 2014, sebesar Rp.66,9 juta. 

Terhadap surat gugatan yang didaftarkan di Kepaniteraan PHI Surabaya tanggal 2 September 2014 itu, perusahaan menolak seluruh dalil gugatan, dan meminta agar PHI Surabaya membebaskan perusahaan dari kewajiban membayar uang pesangon dan upah, karena pemutusan hubungan kerja terjadi disebabkan berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak). Menurut perusahaan, PT Focon baru berdiri dan beroperasi sejak bulan Oktober 2012, dengan bidang usaha produksi bata ringan. Sehingga perusahaan dalam mempekerjakan pekerjanya menerapkan perjanjian kerja kontrak. 

Terhadap dalil gugatan dan jawaban kedua belah pihak, PHI Surabaya mendasarkan pendapat hukumnya pada Pasal 9 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 100/MEN/VI/2004 tentang Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, yang menyebutkan, PKWT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 hanya boleh diberlakukan bagi pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan di luar kegiatan atau di luar pekerjaan yang biasa dilakukan perusahaan. 

 

Atas ketentuan tersebut, PHI Surabaya menilai, bahwa produk baru yang dimaksud dengan pekerjaan diluar kegiatan atau diluar pekerjaan adalah bukan pekerjaan yang biasa dilakukan di perusahaan, dan faktanya kegiatan pekerjaan yang dilakukan di PT Focon adalah produksi bata ringan yang merupakan pekerjaan pokok. Sehingga, perjanjian kontrak yang dibuat bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan, dan berubah menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu sejak adanya penyimpangan, yaitu sejak tanggal 30 Mei 2013. 

 

Dengan demikian, PHI Surabaya berkesimpulan terhadap tuntutan pembayaran uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3) serta ayat (4) Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, dan upah selama tidak dipekerjakan patut untuk dikabulkan, dengan perhitungan masa kerja terhitung sejak tanggal 30 Mei 2013 hingga putusan dibacakan, yaitu tanggal 31 Januari 2015, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.160 juta. (***Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of