Type to search

Pemilik UD Digugat, MA Nilai Tepat

Share

Surabaya | Mahkamah Agung (MA) menilai gugatan Lutfi Novan dan Sumarmi terhadap Antonius Tjandra selaku Pemilik UD (Usaha Dagang) Tjandra Jaya Foxes, telah tepat. Menurut MA dalam putusannya Nomor 116 PK/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 21 Januari 2015, bahwa UD adalah sebagai persekutuan yang bertanggung-jawab, dan yang dapat dituntut dihadapan pengadilan adalah pemilik/pimpinan.

Selain itu, MA juga menolak permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh perusahaan, dengan alasan tidak dapat dibenarkan. Karena tidak masuknya pekerja untuk bekerja, atas larangan pengusaha. Sehingga, Putusan MA memperkuat Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 33/G/2012/PHI.Sby tanggal 30 Juli 2012.

PHI Surabaya menyatakan hubungan kerja kedua pekerja tersebut dengan perusahaan yang berada di Pergudangan 60, Blok D-36, Jalan Manukan Wetan, Surabaya itu, berakhir sejak tanggal 31 Juli 2012, dengan pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang menetapkan hak Lutfi dan Sumarmi, masing-masing sebesar Rp.17,8 juta.

Lutfi dan Sumarmi dilarang masuk bekerja lagi oleh perusahaan, karena mengajukan tuntutan peningkatan hak pekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tak terima dengan tuntutan para pekerja, pengusaha lalu mengumpulkan seluruh karyawan pada tanggal 16 September 2011. Dalam kesempatan itu, pengusaha meminta para pekerja untuk mencabut tuntutan. Akan tetapi para pekerja (termasuk Luthdi dan Sumarmi) tidak bersedia mencabut tuntutannya, sehingga pengusaha memerintahkan security untuk mengusir para pekerja keluar dari lokasi perusahaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *