Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.202

Pengusaha Tak Dapat Seenaknya PHK Pekerja Karena Mangkir

Tangerang Selatan | PT Sandratex diwajibkan untuk tetap memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak, sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (1) Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, kepada Rusminiatun sebesar Rp.40 juta dan Agus Sudiwiyono sebesar Rp.37,9 juta.

Kewajiban pemberian uang pesangon tersebut telah berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde), setelah Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh perusahaan yang berkedudukan di Jl. Ir. H Juanda, Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan itu, yang diputus dengan register perkara Nomor 630 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 21 Januari 2015.

Rusminiatun dan Agus Sudiwiyono, di-PHK oleh perusahaan terhitung sejak tanggal 11 April 2013, karena sejak tanggal 21 Maret 2013 telah tidak hadir (mangkir) tanpa keterangan yang sah dan dapat dipertanggung-jawabkan. Selain itu, perusahaan juga telah memanggil keduanya secara tertulis pada tanggal 4 April 2013, dan 10 April 2013.

Namun, dalam panggilan kerja pertama dan kedua, perusahaan tidak dapat menyebutkan alamat kedua pekerja secara lengkap, tetapi hanya disebutkan `di tempat`, tanpa penguraikan alamat tinggal yang tercata di perusahaan. Atas kekeliruan tersebut, Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang Nomor 09/PHI.G/2014/PN.Srg tanggal 20 Mei 2014, menghukum perusahaan untuk membayar uang kompensasi.

Sehingga, Mahkamah Agung menilai, panggilan kerja yang disampaikan perusahaan, telah tidak memenuhi unsur-unsur yang dimaksud dalam Pasal 168 UU Ketenagakerjaan, dan terhadap PHK para pekerja menjadi tidak tepat diputuskan hubungan kerja dengan alasan mangkir (tidak masuk bekerja). (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of