Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
280

SPILN Siap Dorong Bupati Tegal Terapkan Perda Perlindungan TKI

Ilustrasi.

11kari.kartoon.blogspotcomJakarta | Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) apresiasikeberpihakan Bupati Tegal Khi Enthus Susmono terhadap kasus-kasus yangmenimpa warga Kabupaten Tegal yang bekerja di luar negeri, demikian disampaikan Ketua Umum SPILN, Imam Ghozali dalam release yang diterima redaksi buruhonline, Kamis (14/5). 

Tegal yang dijuluki sebagai kota bahari, tidak sedikit masyarakatnyayang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) khususnya di sektor laut atau pelaut. Pada perayaan hari buruh migran sedunia, Desember 2014 lalu, SPILNmendapat undangan dari Bupati Tegal, Bupati yang juga seorang dalangkondang itu ingin bertukar pikiran terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan TKI yang akan diberlakukan di Tegal, JawaTengah. 

Dalam pertemuan tersebut, SPILN menyerahkan Naskah Akademik RancanganPeraturan Daerah (NA Raperda) Perlindungan TKI yang diterima BupatiTegal dengan baik dan akan dikaji terlebih dahulu agar secepatnyadibahas bersama pemerintah daerah.

Draft NA sudah saya serahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Tegal, namun belum disetujui atau tunggu persetujuan dulu,” ujar khiEnthus saat dihubungi via telepon pada Maret 2015 lalu.

Kami siap membantu Bupati Tegal jika memang diperlukan, dan kalaupundalam NA Raperda tersebut dinilai masih ada yang perlu ditambah ataudiperbaiki, mengingat kami yang membuat draft tersebut, kami juga siapjika diundang atau mengajukan permohonan untuk ikut hadir dalam RapatDengar Pendapat (RDP) bersamaanggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD), dalam rangka pembahasan Raperda perlindungan TKI yang perlu diterapkan di Tegal,” papar Ghozali menanggapinotifikasi dari Bupati Tegal.

Sebelumnya Ghozali mengatakan, latar belakang pembuatan NA RaperdaPerlindungan TKI ini karena masih lemahnya aspek perlindungan TKI. Halini terlihat dari masih banyaknya kasus kekerasan, penipuan,perbudakan hingga trafficking, pnelantaran, gaji tak dibayar serta pelecehan terhadap TKI.

Lanjut Ghozali, naskah yang disusun diharapkan dapat membantupemerintah daerah Tegal melindungi warganya yang menjadi TKI. “Harapankami, NA Raperda Perlindungan TKI bisa memberi masukan Pemda agarmaksimal melindungi warganya yang menjadi TKI khususnya sektor Pelautyang memang banyak berasal dari Tegal,” ujar Ghozali menambahkan. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of